Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Imunoterapi Kanker Perpanjang Harapan Hidup Pasien

Penyakit kanker saat ini bukanlah penyakit yang tak bisa disembuhkan. Dunia medis telah memiliki berbagai macam terapi dan pengobatan kanker.
Dewi Andriani
Dewi Andriani - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  21:46 WIB
Ilustrasi - ugandacancersociety.org
Ilustrasi - ugandacancersociety.org

Bisnis.com, JAKARTA — Pengobatan imunoterapi semakin menambah angka harapan hidup pasien penderita kanker. Terapi ini juga meningkatkan angka harapan hidup hingga enam kali lipat.

Ketua Yayasan Kanker Indonesia Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan jenis pengobatan yang biasanya dijalani pasien kanker selama ini adalah melalui operasi, kemoterapi, radiasi, dan terapi target. 

“Berdasarkan penelitian, angka harapan hidup lima tahun pasien yang menjalani terapi kombinasi dengan immunoterapi bisa mencapai 5 sampai 6 kali lipat dibandingkan kemoterapi bahkan 15 kali lipat pada pasien yang merespons terapi dengan baik, khususnya pada pasien kanker paru,” ujarnya, Rabu (5/2/2020).

Berbeda dengan kemoterapi yang berfungsi membunuh sel kanker, imuno onkologi bekerja dengan menggunakan sistem imun tubuh untuk menyerang sel kanker. Pengobatan ini diberikan melalui infus. Terapi Imonu onkologi memiliki efek samping yang lebih sedikit dalam kerontokan rambut, sakit kepala parah, dan mual.

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Dokter spesialis penyakit dalam dari RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo, Ikhwan Rinaldi mengatakan bahwa pasien-pasien yang biasa berobat kanker ke luar negeri sudah bisa menikmati fasilitas layanan kesehatan imunoterapi kanker di Indonesia.

Ikhwan mengungkapkan pengobatan kanker saat ini sudah canggih , dan sama seperti di luar negeri, sehingga kanker bukanlah menjadi penyakit yang sangat menakutkan, khususnya bagi penderita kanker stadium lanjut.

Pengobatan imunoterapi sudah pernah dilakukan di Indonesia. Bagi pasien tingkat stadium lanjut, melalui imunoterapi, maka tingkat kemampuan bertahan pasien akan lebih lama dibandingkan kemoterapi.

Bila menggunakan kemoterapi, maka tingkat survival pasien mulai dari 16 bulan, tetapi melalui pengobatan imunoterapi maka survival menjadi 30 bulan.

Imunoterapi juga memiliki efek samping. Akan tetapi efek samping yang terjadi pada pasien tidak sebanyak saat kemoterapi. Efeknya adalah muncul rasa lelah, hemoglobin turun, diare dan anemia. Efek samping tersebut sangat kecil dan bisa ditangani dengan cara yang tepat dan benar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top