Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Produser Oscar Janjikan Keberagaman Pada Malam Puncak Penghargaan

Ajang penghargaan film internasional, Academy Awards atau Oscar telah mendapatkan kritik dari berbagai pihak karena kurangnya keberagaman dari nominasi yang telah umumkan.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  10:13 WIB
Piala Oscar -
Piala Oscar -

Bisnis.com, JAKARTA – Ajang penghargaan film internasional, Academy Awards atau Oscar telah mendapatkan kritik dari berbagai pihak karena kurangnya keberagaman dari nominasi yang telah umumkan.

Kendati begitu, Produser Oscar Lynette Howell Taylor dan Stephanie Allain menjanjikan bahwa Academy Award ke-92 atau Oscar 2020 akan menampilkan banyak keanekaragaman dalam acara malam puncak penghargaannya.

“Lynette dan saya selalu merangkul keragaman dan inklusi dalam pekerjaan kami. Kami sudah punya rencana sebelum nominasi diumumkan untuk merayakan itu. Jadi saya pikir Anda akan melihat itu dalam presenter dan pemain [pada malam puncak],” kata Allain seperti dikutip Variety, Kamis (6/2).

Dia melanjutkan bahwa legenda NBA Kobe Bryant, yang meninggal dalam kecelakaan helikopter pada 26 Januari bersama dengan putri dan tujuh orang lainnya, akan diakui dalam segmen “In Memoriam”. Bryant sendiri sempat memenangkan Oscar 2018 untuk kategori film pendek animasi.

Sementara itu, Howell Taylor mengatakan upacara akan dipentaskan dengan lebih inklusi dalam berbagai hal dan akan ada banyak para pelaku industri perfilman dari berbagai ras dan etnis yang dipastikan hadir.

Dia menyatakan merasa nyaman dengan malam puncak Oscar yang tidak menggunakan presenter utama tunggal. Karena dengan hal itu, akan ada ruang untuk para pelaku industri dari berbagai kalangan yang tampil di atas panggung.

“Apa yang telah dilakukan tahun lalu itu sangat bagus. [upacara tanpa host] telah menciptakan acara yang serba cepat dan ada lebih banyak pada para presenter penghargaan. Karena itu kami mengambil kembali ide tersebut,” ujarnya.

Adapun, masalah keragaman di Oscar telah disorot keras oleh Cynthia Erivo, aktris dalam film Harriet yang menjadi satu-satunya orang dengan kulit berwarna yang masuk dalam kategori peran, sementara 20 orang lainnya merupakan aktor dan aktris berkulit putih.

Tak hanya itu, Erivo juga menyatakan kekecewaannya karena tidak ada satupun nominasi sutradara perempuan dalam kategori penyutradaraan. Padahal, menurutnya ada cukup banyak film bagus yang diarahkan oleh perempuan.

Sebagai informasi, malam puncak penyelenggaraan Oscar 2020 atau yang ke-92 akan berlangsung pada 9 Februari di Dolby Theatre, Hollywood, Los Angeles, Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

piala oscar
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top