Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenkes Periksa 77 Spesimen Suspect Corona, 75 Hasilnya Negatif

Dari 77 spesimen yang diuji Badan Litbangkes tersebut, sebanyak 75 spesimen dinyatakan negatif.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 13 Februari 2020  |  20:25 WIB
Dua orang petugas medis menyemprotkan disinfektan pada pusat observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2020). ANTARA FOTO - PUSPEN TNI
Dua orang petugas medis menyemprotkan disinfektan pada pusat observasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan, China di Hanggar Pangkalan Udara TNI AU Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (12/2/2020). ANTARA FOTO - PUSPEN TNI

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan telah memeriksa 77 spesimen dari suspect atau orang yang diduga terjangkit virus corona baru (Covid-19).

Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengatakan hingga Rabu (12/2/2020), dari 77 spesimen yang diuji Badan Litbangkes tersebut, sebanyak 75 spesimen dinyatakan negatif.

"Data hingga 12 Februari 2020 pukul 17.00, spesimen yang kami terima 77 spesimen. Sampai dengan kemarin yang sudah ada konfirmasinya 75 hasilnya negatif. Dua belum selesai (diperiksa)," kata Yurianto, Kamis (13/2/2020).

Dia kembali menekankan bahwa pemeriksaan spesimen suspect corona menggunakan dua metode, yakni menggunakan alat sequencing dan reagen pan-Corona, serta polymerase chain reaction (PCR) baru yang bisa langsung mendeteksi jenis virus Covid-19.

"Semua spesimen yang diperiksa per 10 dibawa ke WHO untuk di-crosscheck di laboratorium lain. Ini terkait quality control ," ujar Yurianto.

Belum ditemukannya satu pun kasus positif Covid-19 membuat sejumlah pihak meragukan kemampuan Indonesia dalam mendeteksi virus tersebut.

Namun, Kemenkes membantah hal tersebut dan menyatakan Indonesia telah memiliki tiga fasilitas laboratorium untuk pemeriksaan virus corona dengan sertifikasi Bio Safety Level (BSL) 2 di Pusat Penyakit Tropis Universitas Airlangga dan Lembaga Eijkman, serta satu laboratorium BSL-3 di Balitbangkes Kemenkes. Sertifikasi laboratorium tersebut sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes who virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top