Psikolog Nilai Ahok Sosok yang Religius

Curahan hati Ahok yang dituangkan di atas kertas-kertas dari jeruji Mako Brimob telah menambah perjalanan religinya. Namun, guratan tangan Ahok kontradiktif dengan pasal yang diterimanya sebagai penista agama.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  18:26 WIB
Psikolog Nilai Ahok Sosok yang Religius
Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok memberikan keterangan kepada wartawan usai penerbitan buku Panggil Aku BTP: Perjalanan Psikologi Ahok Selama di Mako Brimob. - Gloria FK Lawi

Bisnis.com, JAKARTA – Buku berjudul “Panggil Aku BTP: Perjalanan Psikologis Ahok di Mako Brimob” yang ditulis Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selama di penjara memunculkan sisi orisinil Ahok sebagai pribadi yang religius.

Guru Besar Psikologi Universitas Indonesia, Hamdi Muluk menyatakan saat membaca tulisan tangan Ahok dalam lembaran kertas folio selama 20 bulan lebih di penjara, dia menemukan Ahok sebagai sosok yang religius.

Hamdi mengatakan, hal itu sangat tercermin karena setiap kali menulis Ahok akan mencantumkan ayat-ayat dalam Alkitab yang menjadi panduannya. Oleh sebab itu ada kontradiksi antara gugatan terhadap Ahok sebagai penista agama di saat yang bersamaan Ahok memiliki sisi religius yang kuat.

“Orang ini [Ahok] religius banget. Kalau ada persepsi umum mengatakan dia kafir, atau tidak beragama, jauh dari sisi agama, tulisan-tulisan dia ini religius sekali, setiap renungannya rujukannya ayat Alkitab,” jelas Hamdi di Ruang dan Tempo, Senin (17/2/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Ahok mengakui pada masa awal melalui cobaan hingga masuk penjara batin Ahok penuh dengan kemarahan. Dia menjelaskan, saat itu dia marah pada semua orang, pada segala sesuatu yang menimpa dirinya dari mulai masuk penjara sampai bercerai dengan Veronica Tan.

Meski demikian, Ahok belajar bahwa kemarahan dan stress bisa teratasi jika Anda mempercepat proses kemarahan itu sampai di puncak. Sehingga, Anda bisa masuk ke fase cooling down atau merelaksasi kemarahan.

Ahok pun menceritakan masa-masa yang paling pelik tatkala harus bercerai dengan Veronica Tan. Ahok menjelaskan, sebagai pria yang lahir dalam tradisi Tionghoa dan beragama Kristen, perceraian adalah hal tabu dalam berumah tangga.

Dia pun membeberkan, pada mulanya Ahok sempat menolak perceraian dan berharap bisa rujuk dengan Veronica Tan. Dia bersikukuh mempertahankan pernikahan sekalipun hadir orang ketiga dalam pernikahan tersebut.

“Namun saat itu saya tidak ada opsi. Saya adalah orang yang tidak pernah ucapkan cerai. Saya juga tak mau kalah, kalau ada laki-laki lain saya hadapi. Memangnya saya kurang ganteng?,” ujar Ahok diiringi tawa peserta ngobrol bersama peluncuran buku.

Namun karena berbagai tuntutan dan upaya Ahok mempertahankan pernikahan tidak menemukan solusi, Ahok pun memutuskan untuk tetap bercerai dengan Veronica Tan. Ahok melayangkan gugatan cerai kepada Veronica Tan pada 5 Januari 2018 lalu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ahok

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top