Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Viral: Saya Ini Orang Tua! Simak Cara Manejemen Kemarahan

Setiap orang harus mengenal kenal karakternya. Dengan mengenali karakter, maka orang tersebut bisa mengendalikan emosinya.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  15:36 WIB
Marah - boldsky.com
Marah - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Belakangan muncul video viral seorang ibu yang marah, menarik tas dan menjambak seorang penumpang perempuan di commuter line (KRL) arah Bogor.

Lokasi kemarahan ibu-ibu tersebut berada di gerbong perempuan. Perlu diketahui, bagi orang tua dan pekerja yang hidup di Jabodetabek memiliki tekanan yang lebih tinggi dibanding dengan daerah lain.

Tekanan batin tersebut acap kali menciptakan emosi yang berlebihan. Ada juga orang melampiaskan emosinya kepada orang lain dengan melakukan kekerasan fisik.

Psikolog Rosdiana Setyaningrum mengatakan bahwa cara mengendalikan mengatakan anger management atau manajemen kemarahan perlu dilakukan. Bila manajemen kemarahan tidak dilakukan, maka bisa menimbulkan emosi yang meledak-ledak, tekanan batin hingga gangguan psikis.

Sebagian besar orang, pada satu titik tertentu mungkin pernah emosi karena adanya stres, gangguan dari lingkungan, konflik, atau drama politik di tempat kerja. Apabila perasaan tersebut tidak dikendalikan, maka bisa memantik kemarahan dan bisa merugikan orang lain dan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri.

"Sangat mudah untuk bereaksi berlebihan saat situasi 'memanas’ di saat emosi meledak-ledak dan Anda tidak dapat berpikir jernih," ungkapnya saat dihubungi Bisnis, Senin (24/2/2020).

Rosdiana menuturkan bahwa cara mengendalikan emosi pada tiap-tiap orang sangat berbeda. Sebab, masing-masing orang memiliki karakter, permasalahan dan perasaan yang berbeda-beda.

Namun, ada trik khusus untuk memanajemen kemarahan adalah mengatur pernapasan. Rosdiana membagi tips mengatur kemarahan. Berikut tipsnya:

1. Lakukan tarik nafas berulang. Bagi orang-orang yang sedang merasakan kemarahannya bisa melakukan tarik nafas cepat secara berulang-ulang.

Menarik nafas, tahan dan keluarkan. Lakukan berulang-ulang. Cara tersebut bisa mengubah energi negatif menjadi energi positif.

2. Minumlah air putih. Air bersifat menyegarkan dan memiliki kandungan oksigen. Dengan mengonsumsi air putih, maka pikiran dan perasaan bisa menjadi lebih tenang.

3. Berhitunglah hingga 6 secara perlahan. Menghitung angka akan membuat diri lebih tenang.

4. Mengalihkan perhatian. Jangan fokus pada hal yang membuatmu menjadi marah. Pikirkanlah hal-hal yang membuatmu tenang dan bahagia untuk menghilangkan kemarahan.

Rosdiana menambahkan bahwa yang perlu diketahui adalah setiap orang itu harus benar-benar kenal karakternya diri. Dengan mengenali karakter, maka orang tersebut bisa mengendalikan emosinya.

Menurunya, sudah menjadi tugas masing-masing untuk mengenal dan mengelola emosi sendiri karena pengelolaan emosi berbeda pada tiap orang. Anger management dibutuhkan apabila orang tersebut tidak lagi bisa dikendalikan amarahnya dan bahkan marah pada hal-hal terkecil sekalipun.

"Butuh anger management tanda-tandanya kalau gampang banget marah, hal yang kecil aja dia marah atau misalnya dia beneran enggak bisa mengalihkan perhatian dia walaupun sedikit terus terlalu spontan reaksinya itu dia udah butuh anger management," jelas Rosdiana.

Memang, tidak mudah untuk mengendalikan rasa marah, akan tetapi dengan mengenali karakter dan emosi, maka niscaya Anda akan mampu mengendalikan amarah sendiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

orang tua perempuan krl marah
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top