Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dari Hobi Jadi Upaya Membangun Literasi

Presiden Direktur PT. Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi yang mengatakan keluarganya sangat hobi membaca buku. Sebab dengan buku, pengetahuan akan semakin luas.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 02 Maret 2020  |  11:37 WIB
Uli Silalahi - istimewa
Uli Silalahi - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kebiasaan yang baik harus ditularkan sejak dini. Salah satunya seperti membaca buku.

Hal itu juga yang diterapkan Presiden Direktur PT. Jaya Ritel Indonesia, Uli Silalahi yang mengatakan keluarganya sangat hobi membaca buku. Sebab dengan buku, pengetahuan akan semakin luas.

"Jadi buku kita itu banyak banget, mau di tempat tidur, mau di kamar, di mobil, kita memang suka buku. Ada waktu sedikit kita baca, karena imajinasi kita semakin lebih baik lagi," ujar Uli yang mengaku sangat suka buku biografi, kisah para tokoh, dan novel romantis itu saat berbincang dengan Bisnis.

Untuk menumbuhkan minat baca kepada anak-anaknya, Uli lantas membuat peraturan. Dia melarang anaknya menonton film di bioskop sebelum menghabiskan 1 buah buku kemudian diceritakan kembali garis besar dari buku tersebut.

Sebagai contoh ketika anaknya sangat ingin menonton sekuel Harry Potter. Dia meminta anaknya untuk membaca buku besutan J.K. Rowling itu dulu sampai habis. "Kalau belum selesai tidak boleh nonton karena ceritanya lebih panjang dramatisasinya di buku daripada lihat dari film," tuturnya.

Benar saja, anaknya kini menjadi terbiasa dan lengkap lah keluarga ini sebagai penggemar buku. Dari hobi membaca buku pula, Uli lantas membawa bazar buku terbesar dunia ke Indonesia, Big Bad Wolf.

Bermula ketika dirinya membeli buku biografi Hillary Clinton seharga US$50 atau setara Rp700.000 di New York, Amerika Serikat. Beberapa bulan kemudian saat dia ke Malaysia, Uli penasaran dengan bazar Big Bad Wolf yang diinisiasi pasangan suami istri Andrew Yap dan Jacqueline Ng.

Uli mengakui sebelumnya dia memandang rendah bazar tersebut. Namun ketika datang, dia menemukan buku biografi Hillary Clinton yang belum habis dibacanya, hanya dibandrol sekitar Rp89.000.

"Dari situ mulai saya berminat untuk mendatangkan buku-buku internasional. Itu sekitar 2015 awal," kenangnya.

Di Big Bad Wolf kala itu pun, dia menemukan buku berjudul "Guitar" untuk dihadiahkan kepada suaminya. Buku yang berbentuk persis seperti gitar itu hanya dibeli seharga Rp3,6 juta, padahal saat diluncurkan harganya puluhan juta rupiah.

Uli yang kini dikenal sebagai ibu buku itu mengaku ingin menularkan minat baca ke seluruh masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, dia membawa Big Bad Wolf untuk menghadirkan buku-buku berkualitas namun terjangkau.

Ibu dua anak ini mengaku memiliki sejumlah bisnis, seperti bisnis periklanan dan makanan, namun Big Bad Wolf menjadi bisnis yang memberi kepuasan untuk dirinya. Sebab secara tidak langsung dia mendukung pengembangan literasi untuk anak-anak dan masyarakat Indonesia.

"Mimpi saya 10-15 tahun lagi Indonesia sangat berperan di kancah internasional karena mereka sudah PD (percaya diri), mempunyai banyak masukan, bacaan," harap Uli.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

buku
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top