Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seniman Nigeria Sulap Limbah Plastik Jadi Tas Unik

Sampah plastik, dalam bentuk kantong bekas atau kemasan makanan dan minuman, menimbulkan kekhawatiran di hati seniman. Kini seniman tersebut menciptakan gebrakan baru.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 05 Maret 2020  |  18:15 WIB
Tas punggung - Istimewa
Tas punggung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Limbah botol dan kantong plastik yang menyumbat saluran-saluran air di kota Lagos, Nigeria, membuat seniman visual, Adeyemi Emmanuel, putus asa.

Tahun lalu, dia berinisiatif untuk mulai mengumpulkan plastik bekas dan menggunakannya untuk membuat ransel. Kemudian Emmanuel menciptakan serangkaian koleksi tas, dompet dan kotak hadiah yang terbuat dari 80 persen limbah plastik dan 20 persen terbuat dari kulit.

Dilansir melalui Strait Times, cara yang dilakukan oleh Emmanuel bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan di Nigeria yang sadar mode. Dia mengumpulkan potongan plastik bekas secara manual, seperti sisa dari bingkai foto, terutama didapatkan dari bengkel kerajinan.

Dia kemudian membentuk potongan tersebut agar sesuai dengan desainnya, mewarnainya dengan cat semprot dan membuat sebuah tas kulit sederhana yang dapat temukan di pasar loak atau dari toko barang antik.

"Saya memaksa diri untuk menciptakan sesuatu dari limbah itu," kata perempuan berusia 23 tahun itu, yang pekerjaan utamanya adalah sebagai pematung.

Tas-tas tersebut dijual dengan harga antara 8.000 naira atau sekitar US$22,5 dan 30.000 naira melalui akun Instagram Emmanuel, tempat ciptaannya dilihat dan dibagikan kepada 10.000 pengikutnya.

Sampah plastik, dalam bentuk kantong bekas atau kemasan makanan dan minuman, ada di mana-mana di Lagos, sebuah kota berpenduduk 20 juta orang di mana membuang sampah sembarangan adalah hal biasa.

Badan Administrasi dan Keamanan Maritim Nigeria baru-baru ini meluncurkan rencana untuk menangani pengelolaan sampah dan plastik di laut karena saluran air kota Lagos mengarah ke Teluk Guinea, memicu kekhawatiran tentang jumlah plastik yang masuk ke perairan.

Nigeria menduduki peringkat negara kesembilan di dunia untuk polusi lingkungan laut terparah.

Kantong plastik sudah dilarang di beberapa kawasan lain di Afrika. Kenya memiliki salah satu hukum terberat di dunia, di mana produksi atau penjualan kantong plastik dapat dihukum hingga empat tahun penjara atau denda US$40.000.

Tetapi di Nigeria, di mana usia rata-rata adalah 18 tahun dan pengaruh budaya seniman dapat dilihat dalam keberhasilan industri film Nollywood dan musik Afrobeats, Emmanuel melihat mode sebagai cara untuk membuat dampak positif pada lingkungan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion sampah seniman
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top