PB IDI: Patuhi Social Distance! Jaga Jarak Agar Tetap Sehat

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia menilai instruksi social distance atau jarak sosial masih efektif meski pemerintah belum memutuskan karantina wilayah atau lockdown.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 16 Maret 2020  |  20:33 WIB
PB IDI: Patuhi Social Distance! Jaga Jarak Agar Tetap Sehat
Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Daeng M. Faqih - Bisnis/Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh

Bisnis.com JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia menilai instruksi social distance atau jarak sosial masih efektif meski pemerintah belum memutuskan karantina wilayah atau lockdown.

Hal itu disampaikan Ketua PB IDI Daeng M Faqih dalam konferensi pers, Senin (16/3). Dia mengimbau masyarakat mematuhi arahan pemerintah untuk melakukan jaga jarak sosial atau social distancing untuk mencegah cepatnya penularan virus Corona atau COVID-19.

Lockdown kami melihat kondisi. Kami melihat social distance dikerjakan dengan baik oleh masyarakat, agar penyakit dan penyebaran penyakit ini cepat kita atasi bersama,” tuturnya.

Kalau bukan dengan pembatasan sosial, lanjutnya, pilihannya adalah karantina baik karantina rumah atau wilayah yang juga disebut lockdown. Keputusan ini bergantung pada tingkat keparahan penyebaran wabah yang belum dikalkulasi hingga sekarang. Adapun keputusan lockdown adalah kewenangan pemerintah.

Untuk itu, ujar Faqih, instruksi social distance perlu disosialisasikan ke pemerintah daerah agar sampai ke aparat di level paling kecil yakni setingkat RT dan RW.

Seperti diketahui, social distance adalah menjaga jarak dengan orang lain setidaknya 1 meter guna menghindari risiko penularan virus COVID-19. Masyarakat juga diimbau menghindari kerumunan dan melakukan pertemuan jika memang tidak ada kepentingan yang darurat.

Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi pada Minggu (16/3) yang meminta masyarakat untuk bekerja dan beribadah di rumah.

Sekretaris Satgas COVID-19 IDI Dyah Agustina mengatakan potensi penularan di daerah besar seperti DKI Jakarta sangat tinggi. Untuk itu, dia menganjurkan kepada masyarakat yang sedang sakit agar tidak pergi ke kantor, melainkan istirahat di rumah.

“Misal dengan orang dalam pantauan [ODP] pun kalau dia [sakit] ringan akan diisolasi di rumah. Tidak semua dirawat di rumah sakit. Yang bisa kita lakukan kalau sakit ringan di rumah, kalau memberat ke fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Virus Corona, social distance

Editor : Saeno
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top