Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cek Fakta: Usai Pakai Hand Sanitizer, Apa Benar Tangan Mudah Tersambar Api?

Penggunaan hand sanitizer yang berlebihan bisa membuat beberapa orang mengalami iritasi dan peradangan kulit.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  21:15 WIB
Penumpang menggunakan antiseptik atau hand sanitizer di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Penumpang menggunakan antiseptik atau hand sanitizer di Halte Harmoni, Jakarta, Selasa (3/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Cairan pembersih tangan atau yang dikenal dengan istilah hand sanitizer saat ini menjadi salah satu barang langka di tengah peningkatan kasus karena virus corona baru atau Covid-19. Masyarakat berbondong-bondong menggunakan barang ini untuk menghilangkan virus.

Namun demikian, sebuah kabar beredar di media sosial yang menyebut bahwa penggunaan hand sanitizer bisa membakar tangan seseorang. Kabar ini tersebar dengan gambar dan peringatan yang menyertainya.

“Perhatian semua orang!!! Saya baru saja mendengar berita buruk. Keluarga seorang teman memakai alkohol gel pembersih tangan dan pergi ke dapur untuk memasak. Akibatnya, kompor gas dinyalakan dan tangannya terbakar,” tulis pernyataan itu.

Menanggapi hal ini, dokter spesialis penyakit kulit Anthony Handoko mengatakan bahwa hand sanitizer memang mengandung zat kimia yang bisa terbakar oleh api. Akan tetapi, hal tersebut tidak lantas membuatnya harus dihindari.

“Ini bukan salah hand sanitizer-nya, tapi cara penggunaannya yang bisa jadi tidak tepat. Setelah pakai harusnya tunggu dulu beberapa saat sebelum melakukan aktivitas lain. Dikeringkan dulu,” katanya kepada Bisnis, Senin (23/3).

Menurutnya, penggunaan cairan pembersih tangan dalam kondisi pandemi virus ini menjadi hal yang penting untuk dilakukan. Hal ini bertujuan untuk melakukan pencegahan penularan virus yang telah diketahui bisa bertahan beberapa waktu pada benda tertentu.

Dia menyarankan masyarakat agar mengkombinasikan penggunaan hand sanitizer dan mencuci tangan dengan air dan sabun. Keduanya merupakan proses yang saling melengkapi dan semakin memastikan kebersihan diri sendiri.

Kendati begitu, Anthony yang juga CEO Klinik Pramudia, menyatakan bahwa memang penggunaan hand sanitizer yang berlebihan bisa membuat beberapa orang mengalami iritasi dan peradangan kulit.

Untuk itu, dirinya memberikan saran agar masyarakat melengkapi pemakaian cairan pembersih tangan itu dengan pelembab kulit, “Untuk pencegahannya bisa memakai moisturizer dulu. Jadi setelah melakukan aktivitas, pakai pelembab, lalu pake hand sanitizer,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Fact or Fake covid-19 hand sanitizer
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top