Ini 3 Rekomendasi Bagi Investor Hadapi Volatilitas Pasar

Pandemi global virus corona (Covid-19) menimbulkan kepanikan di kalangan investor.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 24 Maret 2020  |  15:46 WIB
Ini 3 Rekomendasi Bagi Investor Hadapi Volatilitas Pasar
Ilustrasi investasi - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Penyebaran virus Corona atau Covid-19 telah memberikan dampak penurunan luar biasa terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. ketidakpastian waktu virus ini mereda membuat pergerakan pasar modal di hampir seluruh negara mengalami koreksi.

Kondisi ini menimbulkan keresahan bagi investor dan masyarakat pada umumnya, terutama dalam membangun kembali optimisme di tengah arus perekonomian yang terhambat.

Pemerintah Melalui Kementerian Keuangan bahkan telah mulai mendorong Kementerian dan Lembaga (K/L) serta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mengakselerasi belanja terutama pada jadwal kuartal I/2020.

Kemudian, pemerintah juga melakukan re-focusing penganggaran dan meluncurkan paket Stimulus Fiskal jilid I dan jilid II yang diharapkan mendukung bergeraknya sektor riil.

Erik Argasetya - Director, Chief Investment Officer PT Jagartha Penasihat Investasi (Jagartha Advisors), menilai masyarakat perlu lebih bijak dalam mengatur keuangannya, baik mereka yang aktif sebagai investor, maupun publik yang belum familiar dengan aktivitas transaksi di pasar modal.

Berikut beberapa rekomendasi Erik terkait kondisi saat ini bagi para investor:

1. Dana Darurat

Pertama, tingkatkan dana darurat. Para ahli kesehatan memperkirakan perlu waktu yang tidak sebentar hingga pandemi mereda sampai mencapai titik normal. Jadi, investor perlu mengalokasikan lebih banyak dana darurat untuk berjaga di rentang waktu dari 3 hingga 6 bulan ke depan. Dana darurat dapat dengan memegang uang tunai atau mengalokasikan di tabungan, deposito, atau reksa dana pasar uang.

2. Review & Rebalance Portofolio

Meninjau ulang portofolio secara berkala wajib dilakukan oleh investor sesuai dengan tujuan investasi. Saat menentukan tujuan investasi di awal, alokasi aset ditentukan oleh investor dengan mengisi sebuah set pertanyaan investment risk profiler.

Namun, satu hal yang harus diingat oleh investor adalah profil risiko seorang investor dapat berubah sesuai dengan tujuan investasi yang berubah, usia, kondisi finansial, dan juga kondisi pasar seperti yang terjadi saat ini.

Jadi, investor pun perlu untuk melakukan review dan rebalance kembali portofolionya, yakni apakah masih sesuai dengan kondisi saat ini.

3. Momentum Investing

Jika sudah melakukan Review & Rebalancing Portofolio dan memang masih ada sisa dana yang dapat diinvestasikan, maka tidak ada salahnya pula untuk mulai melakukan momentum investing.

Penurunan pasar saham yang sudah sangat besar memberikan banyak kesempatan bagi para investor untuk mulai membangun portofolionya.

Aksi beli jika dilakukan secara tepat dengan modal pengetahuan yang cukup akan sangat berpeluang memberikan keuntungan. Meskipun masih dilanda kekhawatiran, secara historis ada beberapa sektor yang cenderung bersifat defensif seperti sektor konsumer dan kesehatan.

Karena adanya himbauan pemerintah untuk bekerja, belajar dan beribadah dari rumah, maka ada beberapa emiten telekomunikasi yang mungkin dapat diuntungkan dengan tingginya permintaan data internet.

Jika dilihat secara jangka panjang, maka pasar saham akan selalu kembali rebound setelah adanya sebuah epidemi (epidemi cenderung lebih terpusat di daerah tertentu dibandingkan pandemi terakhir adalah tahun 2009).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, tips keuangan, Virus Corona, covid-19

Editor : Novita Sari Simamora
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top