Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengering Tangan Listrik Berpotensi Menyebarkan Virus

Dokter bernama Charlotte Fowler, yang seorang konsultan ahli radiologi itu mengatakan jika seseorang tidak mencuci tangan dengan seksama akan meningkatkan risiko penyebaran yang tinggi ketika dia memakai hand dryer
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  15:16 WIB
Ilustrasi pengering tangan -
Ilustrasi pengering tangan -

Bisnis,com, JAKARTA - Seorang dokter senior telah menulis surat kepada kepala medis Inggris Chris Whitty untuk menyampaikan imbauan bahwa pengering tangan listrik di toilet dapat meningkatkan risiko penularan virus corona.

Dokter bernama Charlotte Fowler, yang seorang konsultan ahli radiologi itu mengatakan jika seseorang tidak mencuci tangan dengan seksama akan meningkatkan risiko penyebaran yang tinggi ketika dia memakai hand dryer.

Berikut surat yang ditulisnya : 

"Saya menulis kepada Anda karena saya memiliki keprihatinan besar tentang potensi transmisi COVID-19 setelah pembentukan aerosol oleh pengering tangan listrik berenergi tinggi di toilet. Saya telah membayangkan skenario seseorang yang membawa virus tetapi belum 100% berhasil dalam mencuci tangan mereka.

Jika mereka menggunakan pengering tangan listrik untuk mengeringkannya, akan kurang efektif dalam dekontaminasi mereka sendiri. Dan lebih buruk dapat membuat aerosol sarat COVID-19 yang bisa mengapung di pusaran udara hangat dari fasilitas yang dihirup oleh siapa pun yang datang selama tiga jam sesudahnya," tulisnya dikutip dari www.news.sky.com, Selasa (31/3/2020).

Dr Fowler, memang bukan spesialis pengendalian infeksi tetapi telah bekerja untuk mengurangi infeksi silang dalam bidangnya. Dia mengatakan risiko penyebaran kuman selama penggunaan pengering tangan didokumentasikan dengan baik.

Dia menekankan bahwa pedoman Departemen Kesehatan tentang mencuci tangan diakhiri dengan penggunaan handuk tangan daripada pengering. Bagian dari masalahnya adalah "pengering tangan ini tidak hanya tidak mengeringkan tangan kita dengan sangat aman, tetapi mereka juga membuat virus terbang ke udara dan menciptakan seperti kabut tipis".

Dr Fowler mengatakan bahwa informasi ini, dikombinasikan dengan penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa virus dapat bertahan hidup di aerosol selama tiga jam, adalah alasan yang perlu diperhatikan.

Menurut sebuah penelitian yang dibagikan oleh National Institutes of Health, virus corona bisa hidup selama beberapa jam hingga berhari-hari di aerosol (sistem suspensi partikel padat atau cair dalam gas) dan di permukaan. Peneliti studi tersebut menemukan bahwa virus itu dapat dideteksi dalam aerosol hingga 3 jam, 4 jam pada tembaga, 24 jam pada karton dan 2-3 tiga hari pada plastik dan stainless steel dikutip dari www.dailymail.co.uk

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

virus Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top