Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

9 Penyebab Mengantuk Saat Work From Home

National Sleep Foundation mencatat 43 persen orang Amerika tidur pada siang hari. Tidak mengherankan, beberapa dari orang-orang ini mengaku tidur di tempat kerja.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 02 April 2020  |  15:11 WIB
Ilustrasi sindrom putri tidur - Antara
Ilustrasi sindrom putri tidur - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Jika Anda merasa mengantuk sepanjang hari,padahal bekerja dari rumah (work from home), tubuh Anda mungkin mencoba memberitahu Anda sesuatu. Tidur sangat penting untuk kehidupan yang sehat.

Menurut National Sleep Foundation, wanita berusia antara 30-60 tahun rata-rata kurang dari tujuh jam tidur per malam. Berbagai macam masalah mencegah wanita tidur cukup lama atau tidur nyenyak. Menstruasi, kehamilan, kekhawatiran terhadap anak-anak, stres kerja, kecemasan hubungan, dan masalah kesehatan lainnya semuanya dapat berkontribusi pada masalah tidur umum bagi wanita.

Bahkan ketika wanita mendapatkan istirahat malam yang cukup, banyak dari mereka merasa mengantuk sepanjang hari, terutama di sore hari. Mengapa ini terjadi dan itu tidak sehat?

Ketika tiba saatnya tidur, National Sleep Foundation mencatat bahwa 43 persen orang Amerika tidur pada suatu waktu di siang hari. Tidak mengherankan, beberapa dari orang-orang ini mengaku tidur di tempat kerja.

Sementara di budaya lain, tidur siang dianggap sebagai bagian alami dari hari, di Amerika Serikat, masih sering dipandang negatif. Di negara-negara di mana tidur siang terjadi setidaknya tiga kali seminggu, ada penurunan 37 persen pada penyakit jantung, sebagaimana dinyatakan oleh sebuah studi yang dibahas dalam Archives of Internal Medicine.

Dilansir dari www.everydayhealth.com, berbagai penyebab dapat berkontribusi pada keinginan untuk tidur siang atau sore termasuk saat bekerja. Berikut penyebabnya:

1. Tidak Cukup / Terlalu Banyak Tidur

Bangun tidur lalu merasa lelah atau tegang adalah gejala terlalu sedikit tidur. Kekurangan tidur yang parah memengaruhi seseorang sama seriusnya dengan alkohol dengan merusak penilaian mental, mempersingkat waktu reaksi, meningkatkan kemarahan, dan menciptakan kesulitan dengan kinerja fisik.

Merasa lelah saat bangun juga bisa jadi akibat terlalu banyak tidur. Orang-orang yang tidur lebih dari delapan jam per malam rata-rata tidak hidup selama mereka yang tidur nyenyak delapan jam, menurut National Sleep Foundation.

2. Kualitas Tidur Buruk

Sering berputar, khawatir, dan masalah fisik semuanya dapat berkontribusi pada tidur malam yang gelisah.

3. Kafein dan Gula yang Berlebihan

Sementara kafein dan gula memberikan peningkatan energi segera, mereka menghasilkan kelelahan ketika tubuh terlalu banyak mendapatkan itu.

4. Kebosanan

Menurut sebuah jajak pendapat oleh www.bbc.com, satu dari tiga pekerja bosan dengan pekerjaannya saat ini. Sehingga menyebabkan rasa ngantuk yang luar biasa.

5. Kurangnya Aktivitas Fisik

Duduk di meja atau di depan komputer selama berjam-jam dapat menyebabkan kelelahan yang hebat.

6. Kebiasaan Makan Tidak Teratur

Makan makanan sehat secara teratur membantu menjaga tingkat energi tetap tinggi.

7. Kebiasaan

Jika tubuh terbiasa tidur siang, itu akan menyebabkan rasa ngantuk ketika saatnya tiba setiap hari.

8. Stres

Stres akan membuat seseorang tidak tidur nyenyak di malam hari dan pada waktu yang sama, dan menyebabkan orang ingin tidur di siang hari sebagai pelepasan tubuh sesaat dari stres.

9. Tidak Minum Air yang Cukup

Penyegaran sepanjang hari membantu tubuh merasa kurang lelah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tidur corona pola tidur Work From Home
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top