Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tikus Menjadi Lebih Agresif Saat Pandemi Corona

Tikus biasanya mendapatkan makanan dari tempat sampah restoran, kini harus kelaparan. Mereka menjadi kanibal untuk memenuhi kebutuhannya.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 14 April 2020  |  21:30 WIB
Tikus menjadi lebih agresif saat mencari mencari makanan di tenga pendemi virus Corona (Covid-19) - counterclokwise.com
Tikus menjadi lebih agresif saat mencari mencari makanan di tenga pendemi virus Corona (Covid-19) - counterclokwise.com

Bisnis.com, JAKARTA - Para ahli menyebutkan tikus yang kelaparan pada masa pandemi COVID-19 akan menjadi lebih pintar dan agresif.

Dilansir dari insider.com, Michael H. Parsons, seorang sarjana penelitian ilmu biologi di Universitas Fordham yang berencana untuk meluncurkan studi tentang tikus dan COVID-19, mengatakan secara tradisional tikus lebih pemalu, membuatnya lebih sedikit yang berpindah dari koloni ke ruang yang lebih terbuka.

Namun, kekurangan makanan membuat seluruh koloni binatang pengerat tersebut pindah ke lingkungan baru.

"Anda memiliki kelompok populasi yang lebih cerdas dan lebih tangguh yang belum pernah terhubung dengan manusia, atau setidaknya tidak diamati oleh manusia secara langsung," katanya pada Selasa (14/4/2020).

Saat ini, banyak tikus mengalami kelaparan akibat banyak usaha tempat makan atau restoran mengalami penutupan atau beroperasi terbatas guna mencegah penyebaran pandemi virus Corona baru atau COVID-19.

Tikus yang biasanya mendapatkan makanan dari tempat sampah-tempat sampah restoran kini harus kelaparan. Kondisi ini mendorong mereka menjadi kanibal untuk memenuhi kebutuhannya.

Bobby Corrigan, Rodentologist Perkotaan, mengatakan para tikus kemungkinan besar akan menjadi kanibal dan membunuh bayinya untuk bertahan hidup.

Dalam jangka pendek, lanjutnya tikus akan mengurangi populasi mereka dan membatasi pengembangbiakan sebagai skenario terbaik dalam menghadapi kekurangan makanan ini.

Kondisi ini bisa mengarah pada terbentuknya jenis tikus yang baru, dan lebih kuat dalam jangka panjang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hama tikus Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top