Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kaki Bengkak Tanpa Sebab, Waspada Serangan Jantung

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke bagian otot jantung tiba-tiba hilang. Biasanya hal ini disebabkan oleh zat-zat berbahaya yang menyumbat arteri koroner yang bertugas mengangkut darah ke organ-organ vital.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 06 Mei 2020  |  13:03 WIB
Sakit jantung pada perempuan -
Sakit jantung pada perempuan -

Bisnis.com, JAKARTA - Serangan jantung masih menjadi penyakit paling mematikan di dunia saat ini. Setiap orang berisiko untuk mengalaminya.

Serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke bagian otot jantung tiba-tiba hilang. Biasanya hal ini disebabkan oleh zat-zat berbahaya yang menyumbat arteri koroner yang bertugas mengangkut darah ke organ-organ vital.

Tanpa cukup darah dan oksigen, otot jantung dapat rusak parah. Oleh karena itu, menjadi penting mengenal tanda dan gejala potensial dari penyakit jantung ini.

Tak banyak orang menyadari kalau mereka menderita penyakit jantung. Sebab, tanda-tandanya pun kerap tidak jelas dan berbeda pada masing-masing orang.

Salah satu tanda yang jarang disadari bisa dilihat dari kaki yang bengkak. Medline Plus dilansir dari Express.co.uk mengatakan retensi cairan di kaki dikenal sebagai edema perifer. Penting untuk berkonsultasi dengan dokter apabila kaki anda tiba-tiba bengkak tanpa alasan yang jelas.

Namun untuk pengenalan awal apakah kaki bengkak tersebut terkait jantung atau tidak, bisa dengan menekas satu jari ke pergelangan kaki atau tulang kering. Lihat apakah setelah ditekan meninggalkan penyok pada titik tersebut. 

Cara ini dikenal sebagai "pitting edema" dan merupakan indikator yang baik untuk menentukan apakah pembengkakan tersebut terkait gagal jantung kongestif. Edema bisa menjadi tanda gagal jantung karena jantung tidak dapat memompa.

Cairan dari dalam pembuluh darah cenderung mengarah ke jaringan di sekitarnya. Pergelangan kaki dan kaki ini adalah area umum untuk edema karena efek gravitasi.

Dr Carl Orringer, associate professor of medicine dan direktur Preventive Cardiovascular Medicine dan LDL Apheresis Programs di University of Miami, mengatakan bahwa tanda-tanda seperti pembengkakan pergelangan kaki atau penambahan berat badan tidak selalu terkait dengan penyakit jantung.

"Tetapi secara bersamaan dengan gejala lain penyakit jantung. Penelitian laboratorium, riwayat keluarga, merupakan bagian penting dalam membuat diagnosis penyakit jantung atau gagal jantung," tuturnya.

Edema perifer mungkin disebabkan oleh sejumlah masalah. "Intinya adalah bahwa kebanyakan orang dengan edema perifer tidak memiliki penyakit jantung, tetapi itu bisa menjadi tanda penting jika ada tanda lain dan gejala gagal jantung," tambah Orringer. 

National Health Service (NHS) menjelaskan gejala serangan jantung dapat termasuk nyeri dada yaitu ketika dada terasa seperti ditekan atau diperas oleh benda berat dan rasa sakit dapat menyebar dari dada ke rahang, leher, lengan dan punggung.

“Gejala lain termasuk sesak napas, merasa lemah atau pusing, atau keduanya atau perasaan cemas yang luar biasa," tulis NHS dalam laporannya.

Penting untuk diketahui bahwa tidak semua orang mengalami nyeri dada yang parah. Ini terutama terjadi pada banyak wanita dan rasa sakitnya sering ringan dan masalah pencernaan. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

alas kaki sakit jantung
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top