Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

7 Tips Membantu Anak Menghadapi New Normal

Pandemi virus corona (Covid-19) yang belum berakhir, kini menimbulkan ketakutan bagi anak. Beberapa anak lebih sensitif dan mudah takut saat menghadapi new normal.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  07:38 WIB
Ibu peluk anak - istimewa
Ibu peluk anak - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Masa kenormalan baru (new normal) isa menjadi hal yang sulit dan menakutkan bagi anak.

Peran orangtua menjadi sangat penting untuk menghindari anak dari virus corona saat new normal berlangsung. Dikutip dari UNC Health, berikut cara mengatasi kecemasan anak saat new normal:

1. Jika mungkin, lindungi anak-anak dari berita yang menyedihkan, tetapi katakan yang sebenarnya.

Dokter anak UNC Health Edward M. Pickens mengungkapkan bahwa tidak ada alasan untuk mengekspos anak prasekolah terhadap peristiwa yang menakutkan, orang tua harus berhati-hati ketika mereka menonton berita dan harus memperhatikan topik yang mereka diskusikan dalam pendengaran anak-anak mereka.

"Kami menciptakan realitas alternatif ini untuk anak-anak prasekolah, dengan Santa Claus dan Kelinci Paskah," kata Dr. Pickens. "Sangat tepat untuk tidak menjadi kenyataan dengan mereka."

Pendekatan ini tidak akan sama efektifnya dengan anak-anak usia sekolah. Anak-anak menjadi lebih canggih saat mereka tumbuh dewasa. Berikan informasi kepada anak-anak usia sekolah yang sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan mereka.

Anda harus mengatakan yang sebenarnya kepada mereka, tetapi Anda tidak perlu membuatnya benar-benar menakutkan.

2. Tawarkan jaminan, bukan kecemasan.

Orang tua adalah sumber utama keamanan bagi anak-anak. Tetap tenang agar anak Anda merasa tenang. Dalam masa-masa penuh tekanan ini, kadang-kadang Anda mungkin perlu "memalsukannya sampai Anda berhasil," atau meminta pasangan Anda untuk bersama anak Anda saat Anda menenangkan diri secara pribadi.

Jika sumber kekuatan anak tampaknya goyah, itu dapat mempersulit.

3. Bicara tentang emosi.

Tidak apa-apa untuk mengakui kepada anak Anda bahwa Anda sedih atau marah tentang apa yang terjadi di dunia. Bersikap terbuka dengan perasaan Anda dan memiliki percakapan itu dapat menawarkan anak-anak kesempatan untuk membicarakan ketakutan dan perasaan mereka juga.

4. Jelaskan mengapa jarak sosial itu penting.

Di tengah pandemi ini, orang tua harus berbicara kepada anak-anak tentang mengapa penting untuk tetap terpisah dari teman-teman mereka.

"Karena jika mereka tidak mengerti mengapa, mereka akan cenderung tidak mendengarkan," kata Dr. Ruff.

Setelah Anda menjelaskan pentingnya menjaga jarak, jelaskan dengan mereka tentang apa yang akan Anda lakukan sebagai keluarga untuk mematuhinya. Ini harus mencakup aturan untuk menjaga jarak dari anak-anak lain di lingkungan dan dari orang lain jika Anda pergi berjalan-jalan atau naik sepeda bersama keluarga.

5. Temukan cara kreatif bagi anak-anak untuk terhubung dengan teman sebaya.

Rekomendasi untuk tinggal di rumah selama wabah Covid-19 tidak berarti anak-anak Anda harus mengakhiri kontak dengan teman-teman, orang-orang terkasih atau komunitas mereka. Ingat, tujuannya adalah untuk memisahkan secara fisik, bukan emosional.

Pikirkan cara-cara kreatif untuk terhubung dengan orang lain. Dorong mereka untuk menggunakan platform online seperti Google Hangouts atau Zoom untuk tetap berkomunikasi.

"Keluarga melakukan pertunjukan bakat virtual di Zoom, dan semua orang menonton apa yang dilakukan anak-anak," kata Dr. Ruff. "Dan kakek-nenek dapat mengajar anak-anakmu seni di FaceTime."

6. Tahu kapan harus mencari bantuan luar.

Beberapa anak lebih sensitif daripada yang lain dan kesulitan bangkit kembali dari berita yang menyedihkan. Jika kecemasan tampaknya mengganggu kehidupan sehari-hari anak Anda, ia menyarankan agar orang tua mencari bantuan dari terapis atau konselor.

7. Temukan cara untuk membantu diri Anda mengatasinya.

Untuk memastikan bahwa mereka membantu anak-anak mereka sebaik mungkin, orang tua juga harus menjaga kesehatan mental mereka. Itu bisa berarti terlibat dalam kegiatan yang menghilangkan kecemasan, seperti berjalan-jalan di sekitar blok atau hobi, atau mencari bantuan profesional.

Dalam masa yang sulit ini, bantuan tersedia untuk Anda dan anak-anak Anda.

"Ini sangat melemahkan semangat ketika segalanya di luar kendali Anda," kata Dr. Pickens. "Jika Anda membutuhkan bantuan untuk mengatasi masalah emosional Anda sendiri, dapatkan itu."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak pendidikan anak Virus Corona covid-19 pandemi corona
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top