Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Tahapan Tumbuh Kembang Balita

Setiap tahapan tumbuh kembang balita, membutuhkan perhatian dan dukungan dari orang tua.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  16:08 WIB
Setiap tahapan tumbuh kembang balita membutuhkan dukungan dari orang tua - Istimewa
Setiap tahapan tumbuh kembang balita membutuhkan dukungan dari orang tua - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Tumbuh kembang anak yang berusia kurang dari 5 tahun dibagi dalam dua tahap. Untuk menciptakan tumbuh kembang anak yang optimal, maka peran orang tua sangat penting.

Psikolog klinis, Ratih Ibrahim mengungkapkan bahwa perkembangan toddler berada pada usia 1 tahun--3 tahun dan pra-sekolah pada usia 3 tahun-5 tahun. Biasanya pada tahapan ini, anak mencapai kemandirian tertentu dan mulai membangun otonomi pribadi.

"Berikan anak ruang untuk bereksplorasi. Jangan terlalu banyak menahan dan menghukum anak. Ini akan membuat anak malu dan ragu," ungkapnya dalam diskusi virtual, Senin (15/6/2020).

Selama periode ini, orang tua harus membuat sebuah keputusan yang tegas, yakni mereka bersikap protektif tetapi tetap tidak boleh overprotektif. Bagi orang tua, ini akan menjadi hal sulit, tetapi perlu diingat, ini akan  sangat memengaruhi perkembangan si kecil.

Selain itu, anak juga akan mengembangkan kesadaran pengendalian diri mereka, jika ia merasa dirinya mendapat kesempatan dan support untuk melakukan apa yang dia inginkan. Namun ingat, hal tersebut tetap dalam pengawasan orang tua.

Bila orang tua selalu memberikan dukungan, maka anak akan tumbuh dengan sifat percaya diri dan selalu yakin akan kemampuan dan keputusannya. Sebaliknya jika orang tua terlalu banyak melarang anak dan tidak sabar saat menghadapinya, maka akan timbul perasaan ragu terhadap kemampuan diri sendiri si kecil.

Sementara itu, jika anak berada pada tahapan pra-sekolah dengan usia 3 tahun-5 tahun, maka biasanya anak akan belajar tanggung jawab. Bila orang tua terlalu banyak menuntut maka anak bisa sangat merasa bersalah.

Pada periode ini, anak akan banyak melontarkan pertanyaan secara berulang-ulang. Sebagian orang tua menganggap pertanyaan anak adalah hal sepele dan meminta untuk berhenti bertanya. Namun, kondisi ini akan membuat anak merasa semakin bersalah. Sebagai orang tua, maka harus  menjawab dengan sabar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

anak orang tua tumbuh kembang anak Anak Balita
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top