Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Viral Isu Pajak Sepeda, Ini Daftar Harga Sepeda Termahal di Indonesia

Secara garis besar, sepeda dapat dikategorikan tiga jenis yakni sepeda jalanan (road bike), sepeda gunung (mountain bike/MTB) dan sepeda lipat (seli).
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 30 Juni 2020  |  13:05 WIB
Brompton M6L Explore Edition - Brompton
Brompton M6L Explore Edition - Brompton

Bisnis.com, JAKARTA - Sepeda sejatinya memiliki dua fungsi. Selain sebagai alat transportasi, juga merupakan alat olahraga ataupun sekedar alat untuk menyalurkan hobi para penikmatnya.

Secara garis besar, sepeda dapat dikategorikan tiga jenis yakni sepeda jalanan (road bike), sepeda gunung (mountain bike/MTB) dan sepeda lipat (seli). Seiring dengan riset dan pengembangan (research and development/R&D), tak jarang membuat harga sepeda makin melejit.

Sepeda merk Marin misalnya. Pada akun youtube mereka, mereka membongkar bagaimana riset mengenai titik gravitasi berada sehingga akselerasi saat mengayuh menjadi lebih baik. Pabrikan asal California, AS itu juga mendorong pembuatan dari material-material yang baru.

Seperti diketahui, sebelum era sepeda berbahan aluminium Berjaya, kebanyakan produsen masih memanfaatkan besi sebagai bahan baku utamanya, dan kadang menggunakan bahan magnesium.

Kini, sepeda yang paling diminiati adalah sepeda berbahan karbon fiber yang selain ringan, memiliki kekuatan dan kehandalan yang lebih baik ketimbang aluminium. Bahan baku ini, karbon fiber, kini juga banyak digunakan di industri otomotif, bahkan juga industri penerbangan.

Pabrikan sepeda asal Indonesia, Polygon, juga tak ketinggalan ikut menggunakan bahan karbon fiber sebagai bahan baku frame mereka. Hal itu, tampak pada seri Xquarone EX9 yang oleh Rodalink dibanderol mencapai Rp107juta. Varian ini bahkan menjadi satu-satunya produk Indonesia yang pernah dirakit oleh youtuber GeeMilner dalam channelnya Dreambuilt.

Xquarone EX9

Collosus DH9 Team Edition juga menggunakan bahan tersebut dan dibanderol sebesar Rp100juta. Xquarone EX9 merupakan varian sepeda gunung yang ditujukan untuk endure, sedangkan Collosus DH9 Team Edition merupakan varian sepeda gunung untuk menuruni gunung (downhill).

Pabrikan lokal lainnya yakni United juga memiliki produk yang berbahan karbon fiber yakni sepeda gunung Oxyde Pro yang dibanderol Rp67,72juta. Sementara untuk kelas menengah dengan bahan alloy, United memiliki varian baru yakni Epsilon T6 yang dibanderol Rp42juta. Sementara, untuk kelas sepeda balap mereka yang masuk kategori road bike yakni Sterling Pro dibanderol dengan harga Rp67,72juta.

Namun, bila Anda pecinta brand luar negeri, di akun ecommerce seperti Tokopedia dan Bukalapak juga tersedia berbagai sepeda yang dibanderol dengan harga fantastis.

Sepeda balap Cannondale Bike 700 m Sytemsix HM Red di Tokopedia dibanderol dengan harga Rp148juta. Sementara untuk sepeda lipat ditempati Brompton Nickel Black Edition dan M6l Explorer dengan harga masing-masing Rp100 juta. Untuk kelas sepeda gunung, di Tokopedia dengan banderol tertinggi ditempati oleh Cannondale Bike 29m Monterra Habit dengan harga Rp93juta.

Cannondale Bike 29m

Sementara itu, di Bukalapak, sepeda lipat Brompton Gold Edition menjadi termahal dengan harga Rp140juta. Adapun, untuk kelas sepeda gunung ditempati oleh S-Works Levo Expert yang dibanderol sebesar Rp139juta.

Brompton M6L Explore Edition

Hanya saja, jika Anda penikmat khusus, produk Radon Bike dari Jerman bisa menjadi pilihan. Sayangnya, produk ini tidak tersedia di ecommerce Indonesia. Pada laman resminya, varian termahal mereka adalah Render 10 HD yang dibanderol 6.500 euro atau sekitar Rp104,97 juta (dengan asumsi 1 euro sama dengan Rp16150,-). Ongkos kirim dari Jerman menuju Indonesia hanya dipatok sekitar 25 euro.

Radon Render 10 HD

Jika hitung, maka biaya impor ke Indonesia untuk sepeda ini sekitar Rp30,99juta (dengan asumsi 1 euro sama dengan Rp15.933) dengan besaran bea masuk 10%, PPN impor 10% dan pph Impor 7,5%, menurut hitungan aplikasi kalkulator Ditjen Bea dan Cukai.

Oleh karena itu, jika berminat terhadap produk ini, Anda perlu merogoh kocek sekitar Rp135,96 juta. Produk Render 10 HD, menggunakan bahan frame hybrid yakni karbon fiber pada rangka utamanya, dan aluminium pada rangka segitiga belakang.

Lantas mengapa produk ini menjadi begitu mahal? Perkembangan teknologi sepeda di luar negeri telah memasuki fase sepeda dengan motor yang terpasang. Ini adalah fase baru sehingga MTB kini juga ada tersedia dalam varian electric MTB (eMTB). Mesin yang dipasang pada Render 10 HD adalah Bosch Performance Line CX yang memiliki torsi maksimum 85 Nm.

Jadi, kemana kah pilihan Anda? Tetap kepada Seli untuk menunjang aktivitas perkotaan, atau MTB untuk melepas penat bermain tanah di pegunungan? Apapun pilihannya, yang penting tetap gowes biar sehat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda hobi
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top