Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ilmuwan Inggris Sebut Virus Corona Bertahan di Udara Lebih dari 1 Jam

Profesor Wendy Barclay dari Imperial College London, yang merupakan anggota Kelompok Penasihat Ilmiah Pemerintah untuk Keadaan Darurat (SAGE), telah memperingatkan virus corona dapat tetap di udara untuk waktu yang lama sebelum akhirnya mati.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 13 Juli 2020  |  13:30 WIB
Ilmuwan Inggris Sebut Virus Corona Bertahan di Udara Lebih dari 1 Jam
Sel virus corona - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Tetesan atau droplet virus corona disebutkan dapat bertahan di udara selama lebih dari satu jam.

Profesor Wendy Barclay dari Imperial College London, yang merupakan anggota Kelompok Penasihat Ilmiah Pemerintah untuk Keadaan Darurat (SAGE), telah memperingatkan virus corona dapat tetap di udara untuk waktu yang lama sebelum akhirnya mati.

Profesor Barclay mengatakan bukti penularan bisa lewat udara itu, makin meningkatkan peluang penularan lebih besar.

“Kami tahu bahwa virus yang menyebabkan COVID dapat tetap hidup, tetap menular pada tetesan yang sangat kecil ini. Sehingga meningkatkan kemungkinan dan memang kemungkinan COVID dapat ditransmisikan melalui partikel-partikel kecil yang dapat ditelusuri melalui udara," ujarnya dalam sebuah talkshow di BBC seperti dilansir dari Express.co.uk.

Studi laboratorium di mana virus telah sengaja disiarkan juga menjadi bukti virus dapat tetap di sana selama lebih dari satu jam.

Pakar itu menunjukkan ada cara lain untuk menghindari virus.“Tentu saja, ada rute lain juga, kita harus tetap mengingat bahwa jaga jarak fisik, jangan permukaan yang terkontaminasi - jadi mencuci tangan kita masih sangat penting.

"Tapi pememuan baru ini adalah bahwa penularan lewat udara mungkin juga berkontribusi dalam beberapa keadaan." Katanya.

Komentar Profesor Barclay muncul setelah Organisasi Kesehatan Dunia mengakui bahwa penularan melalui udara tidak dapat dikesampingkan.

WHO mengatakan ada "bukti yang muncul" dari transmisi udara dalam pengaturan "penuh sesak, tertutup, berventilasi buruk". Jika bukti dikonfirmasi, itu dapat memengaruhi pedoman untuk ruangan sosial yang jauh, seperti di toko-toko, restoran, pusat kebugaran dan pub.

Langkah-langkah tambahan dapat diambil untuk meminimalkan sirkulasi udara dan menghindari kepadatan yang berlebihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona ilmuan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top