Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perut Sakit Tak Melulu karena Masalah Pencernaan, Bisa karena Pikiran

Gugup, bersemangat, marah, atau sedih, setiap dan semua emosi dapat memicu reaksi di usus Anda.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  09:49 WIB
Perut kembung - Istimewa
Perut kembung - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Anda mungkin mudah menyalahkan semua masalah perut pada sistem pencernaan yang lemah.

Memang, apa yang Anda konsumsi dapat memengaruhi usus Anda. Tetapi, terkadang masalah perut tidak ada hubungannya dengan perut itu sendiri, namun karena emosi atau pikiran Anda.

"Pikiran dan tubuh berhubungan erat," kata asisten profesor klinis di Department of Psychiatry NYU Grossman School of Medicine, Paraskevi Noulas, Shape dikutip Kamis (13/8/2020).

"Tubuh dan pikiran Anda satu kesatuan; ini seperti satu jaring laba-laba besar dan setiap bagian berhubungan satu sama lain. Perasaan Anda, khususnya, memiliki jalur langsung ke otak Anda. Itulah mengapa saat Anda kesal, sensasi fisik pertama ada di usus Anda," sambung dia.

Ketika Anda menerima kabar buruk atau berada di tengah waktu yang sulit di tempat kerja, apakah Anda memperhatikan tidak memiliki nafsu makan?

Situasi lainnya, ketika Anda bersiap untuk kencan, apakah Anda merasa gelisah secara positif.

Gugup, bersemangat, marah, atau sedih, setiap dan semua emosi dapat memicu reaksi di usus Anda.

Semua ini terjadi berkat poros otak-usus, yakni jalur yang digerakkan hormon dan biokimia antara saluran pencernaan dan otak," kata Lisa Ganjhu, DO, ahli gastroenterologi dan profesor klinis kedokteran di NYU Grossman School of Medicine.

Pada dasarnya, inilah yang menghubungkan sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) dengan sistem saraf enterik ( jaringan saraf kompleks di sekitar saluran pencernaan sebagai bagian dari sistem saraf tepi) dan pada gilirannya membantu keduanya tetap konstan berkomunikasi.

"Ada bahan kimia yang berkomunikasi antara pusat di otak dan saluran pencernaan yang akan mengubah motilitas usus, penyerapan nutrisi, dan mikrobioma," ujar Ganjhu.

Ada hormon dari usus yang bisa mengubah suasana hati, rasa lapar, dan rasa kenyang.

Artinya, perut Anda dapat mengirimkan sinyal ke otak Anda, menyebabkan terjadinya pergeseran emosional, dan otak Anda dapat mengirimkan sinyal ke perut, menyebabkan gejala gangguan pencernaan seperti kram, gas, diare, sembelit, dan masih banyak lagi.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otak perut lapar

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top