Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Deteksi Kanker Prostat, Ini Gejalanya

Kanker prostat masih menjadi ancaman serius bagi pria. Sebab kanker ini menyebabkan kematian terbanyak setelah kanker paru dan kanker usus besar.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 17 Agustus 2020  |  13:39 WIB
Ilustrasi pasien prostat akan MRI
Ilustrasi pasien prostat akan MRI

Bisnis.com, JAKARTA - Semakin cepat dideteksi, semakin cepat diobati. Begitulah cara menangani kanker, termasuk kanker prostat. 

Kanker prostat masih menjadi ancaman serius bagi pria. Sebab kanker ini menyebabkan kematian terbanyak setelah kanker paru dan kanker usus besar.

Melansir Express UK, Senin (17/7/2020), National Health Service Inggris menyebut gejala kanker prostat muncul ketika massa kanker cukup besar untuk menekan uretra.

Adapun uretra adalah saluran yang membawa urin dari kandung kemih keluar dari penis.

Seberapa kuat itu? Massa kanker yang menekan uretra dapat menyebabkan aliran urin menjadi lemah hingga sulit untuk mulai buang air kecil.

Memang terkadang sejumlah orang mengalami kesulitan buang air kecil. Namun menjadi tidak normal apabila situasi tersebut terjadi dengan intensitas yang sering. Apalagi ada perasaan bahwa sesering apa pun buang air kecil, kandung kemih masih terasa seperti belum dikosongkan. Ditambah lagi Anda mungkin sering buang air kecil pada malam hari.

Banyak dari gejala ini bisa menjadi indikasi pembesaran prostat yang merupakan bagian normal dari penuaan. Namun, selalu lebih baik untuk memeriksakan diri, sebab bisa saja hal tersebut berkaitan dengan kanker prostat.

Sementara itu ada faktor risiko tertentu yang membuat seseorang lebih mudah terserang kanker prostat. Antara lain riwayat keluarga dan berusia di atas 50 tahun.

Penelitian terbaru, yang dikutip oleh NHS, menunjukkan bahwa mungkin ada hubungan antara obesitas dan kanker prostat. Dengan demikian, diet seimbang dan olahraga teratur membantu menurunkan risiko penyakit tersebut.

Saat ini, penelitian lebih lanjut telah mengusulkan bahwa diet tinggi kalsium juga terkait dengan peningkatan risiko kanker prostat. Terkadang, jika kanker prostat didiagnosis, mungkin tidak memerlukan perawatan apa pun jika risiko penyebarannya rendah ke bagian tubuh lain.

Orang yang menderita kanker yang lebih mungkin menyebar dapat menjalani operasi atau radioterapi. Pilihan pengobatan ini berharap dapat menyembuhkan kanker, tetapi efek sampingnya mungkin akan terasa. Setelah operasi, atau radioterapi, Anda cenderung merasa lelah dan perlu waktu untuk pulih.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker prostat
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top