Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Vaksin Corona dari Novavax Masuki Tahap Kedua Uji Coba Manusia

Novavax merancang vaksin dengan menempelkan protein semacam itu ke partikel mikroskopis yang dapat dikirim ke dalam tubuh untuk memicu kekebalan tubuh.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 18 Agustus 2020  |  12:40 WIB
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara
Ilustrasi vaksin Covid-19. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan bioteknologi Amerika Serikat Novavax bakal segera memulai pengujian manusia tahap kedua untuk vaksin virus corona baru Covid-19 potensial yang sedang dikembangkan.

Proses tersebut disebut uji klinis fase 3b yang akan mencakup lebih dari 2.500 orang dewasa sehat di Afrika Selatan, serta kelompok yang terdiri dari 240 orang dewasa dengan HIV yang dianggap stabil secara medis.

Menurut pernyataan resmi yang dirilis Novavax, kelompok advokasi HIV telah mendorong orang dengan HIV untuk dimasukkan dalam uji klinis vaksin Covid-19, karena perusahaan seperti Moderna dan Pfizer pada awalnya mengatakan bakal mengeluarkan sukarelawan dengan infeksi tersebut.

Dalam uji coba keamanan fase 1 yang telah dilakukan, sukarelawan sehat yang diberi dua dosis vaksin hanya menunjukkan efek samping ringan seperti sakit kepala, kelelahan, dan nyeri tekan atau nyeri di tempat suntikan.

Menurut data awal ini, semua peserta fase 1 juta dilaporkan menghasilkan antibodi penetral yang dapat mencegah virus memasuki sel, setelah menerima dosis suntikan vaksin kedua. Novavax akan terus mengevaluasi respons imun ini dalam uji coba fase 2b di Afrika Selatan dan fase 2 di AS dan Australia.

Gregory Glenn, Presiden Penelitian dan Pengembangan Novavax mengatakan bahwa Afrika dipilih lantaran kasus Covid-19 tengah mengalami lonjakan pesat di wilayah tersebut. Uji klinis tahap 2b ini penting karena berpotensi memberikan indikasi awal kemanjuran dan data keamanan.

Dilansir dari Live Science, Selasa (18/8) uji coba Novavax di Afrika Selatan akan didanai oleh The Bill & Melinda Gates Foundation yang memberikan hiban sekitar US$15 juta. Selain itu, ada juga The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) yang menyediakan dana untuk produksi dosis vaksin dalam uji coba.

Vaksin yang disebut NVX-CoV2373 itu mengandung protein yang berasal dari protein lonjakan virus corona, struktur yang menonjol dan permukaan virus, dan dihubungkan ke sel untuk menyebabkan infeksi.

Secara umum, Novavax merancang vaksin dengan menempelkan protein semacam itu ke partikel mikroskopis yang dapat dikirim ke dalam tubuh untuk memicu respons kekebalan tubuh orang yang menggunakannya.

Perusahaan juga menambahkan adjuvan ke dalam vaksin, yakni bahan tambahan yang membantu menggerakkan sel kekebalan untuk bekerja. Secara spesifik, bahan pembantu pada NVX-CoV2373 mengandung saponin atau senyawa kimia yang berasal dari tumbuhan.

Berdasarkan laporan dari jurnal Nature Communications, saponin diketahui dapat membantu memanggil sel kekebalan ke tempat suntikan, di mana mereka melihat protein asing seperti protein lonjakan, dan menyajikannya ke sel T. selanjutnya Sel T kemudian mengingat seperti apa protein itu sendandainya orang yang divaksinasi terpapar oleh virus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china manusia vaksin Virus Corona covid-19
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top