Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Perkiraan Harga Vaksin Corona dari China

Harga vaksin virus Corona (Covid-19) eksperimental mulai dibeberkan ke publik, mulai dari US$32--US$144 per dosis.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 19 Agustus 2020  |  08:20 WIB
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua
Seorang peneliti bekerja di laboratorium pusat pencegahan dan pengendalian penyakit di Nanyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Februari 2020. - Antara/Xinhua

Bisnis.com, JAKARTA - Vaksin virus corona potensial yang sedang dikembangkan oleh unit dari China National Pharmaceutical Group (Sinopharm) bisa mencapai 1.000 yuan atau US$144,27 untuk dua suntikan.

Bila menggunakan menggunakan kur Rp14.900 per dolar, maka  vaksin corona (Covid-19) Sinopharm bisa mencapai Rp2,14 juta untuk dua  kali suntikan. Namun Liu Jingzhen, Chairman of Sinopharm Group akan mengesampingkan harga yang tinggi untuk vaksin tersebut.

Sinopharm mengatakan vaksin eksperimentalnya bisa digunakan publik pada akhir tahun ini. Dia mengungkapkan vaksin corona telah memasuki uji manusia tahap akhir di Uni Emirat Arab untuk mengumpulkan bukti kemanjuran untuk persetujuan peraturan akhir.

"Ini tidak akan dihargai terlalu tinggi. Diperkirakan harganya beberapa ratus yuan untuk satu suntikan, dan untuk dua tembakan harganya harus kurang dari 1.000 yuan," kata Liu kepada surat kabar Guangming Daily.

Pemerintah dan pembuat obat di seluruh dunia sedang berlomba-lomba untuk mengembangkan vaksin Covid-19. Lebih dari 200 kandidat sedang dalam pengembangan, termasuk lebih dari 20 dalam uji klinis pada manusia.

Sementara itu, Moderna Inc. membeberkan bahwa vaksin virus corona eksperimental yang diproduksi dengan dengan volume yang lebih kecil dihargai US$32-US$37 per dosis.

Bulan lalu, pemerintah AS juga mencapai kesepakatan untuk vaksin eksperimental yang dikembangkan oleh Pfizer dan mitranya BioNTech SE. Kesepakatan ini diperkirakan cukup untuk mengamankan dan menyuntik 50 juta orang Amerika dengan harga sekitar US$40 per orang.

Liu dari Sinopharm tidak menyebutkan apakah program asuransi nasional yang didukung negara China akan menutupi sebagian biaya vaksin untuk konsumen, atau apakah itu dapat dimasukkan dalam skema vaksinasi gratis negara itu.

China National Biotec Group (CNBG), sebuah unit Sinopharm, telah memindahkan dua strain vaksin menggunakan metode yang sama ke dalam uji coba pada manusia. Vaksin Sinopharm ini diprediksikan bisa memproduksi 200 juta dosis setiap tahun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga vaksin Virus Corona covid-19

Sumber : Channel News Asia

Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top