Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tips Menghadapi Bos yang Buruk

Entah karena dianggap gila kendali, temparamen, tidak mampu memimpin, suka memerintah bukan mencontohkan, otoritet, dan alasan lainnya yang mungkin membuat pegawai merasa bosnya adalah pemimpin yang buruk.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 10 September 2020  |  10:38 WIB
Ilustrasi - Entrepreneur
Ilustrasi - Entrepreneur

Bisnis.com, JAKARTA -- Memiliki Bos yang buruk mungkin pernah dialami oleh semua pekerja.

Entah karena dianggap gila kendali, temparamen, tidak mampu memimpin, suka memerintah bukan mencontohkan, otoritet, dan alasan lainnya yang mungkin membuat pegawai merasa bosnya adalah pemimpin yang buruk.

Sebagai pegawai, Anda pasti tetap harus berurusan dengan bos semacam ini setiap hari.

Berdasarkan statistik, saat ini ada banyak bos yang bekerja terlalu keras dan kurang terlatih, atau malas bekerja.

Sangat mungkin juga bahwa bos yang buruk hanyalah salah satu bagian dari budaya perusahaan organisasi. Jadi, bagaimana Anda menghadapi bos yang buruk ini?

Dikutip dari Times of India, Kamis (10/9/2020), berikut adalah daftar hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan yang akan membantu Anda bertahan dalam kehidupan kerja dengan bos yang buruk.

Hal yang perlu Anda lakukan:

1. Bertindak secara profesional dalam setiap situasi kerja.

2. Cari mentor atau atasan langsung yang dapat membantu dan membimbing Anda melalui situasi sulit.

3. Pertimbangkan untuk menjadwalkan pertemuan dengan bos Anda setiap kali Anda harus mendiskusikan pembaruan proyek Anda sehingga mereka tidak membalikkan keadaan dan menyalahkan Anda karena tidak menjalankan pembaruan melalui mereka. Temukan jalan keluar untuk melampiaskan rasa frustrasi dan amarah Anda di luar tempat kerja Anda.

4. Perhatikan peluang di mana Anda dapat dipindahkan ke departemen lain di dalam perusahaan.

5. Gunakan jaringan Anda untuk melihat peluang yang lebih baik di luar perusahaan.

6. Selalu perbarui resume Anda dan siap dikirim jika ada kesempatan.

7. Evaluasi kinerja Anda di pekerjaan Anda dan pertimbangkan cara untuk meningkatkannya.

8. Buat jurnal di mana Anda dapat mendokumentasikan semua perilaku buruk atasan Anda.

9. Terus dokumentasikan semua pencapaian Anda, ini akan berguna untuk pekerjaan Anda berikutnya.

Hal yang tidak perlu Anda lakukan:

1.Jangan berkompromi dengan nilai pekerjaan Anda.

2.Jangan mengkonfrontasi atasan Anda tentang perilaku mereka, bahkan di luar organisasi.

3.Jangan berharap atasan Anda berubah dalam semalam (Atau sama sekali).

4.Jangan terlalu banyak membicarakan atasan Anda dengan rekan kerja Anda.

5.Jangan berpikir Anda sendirian dalam memiliki bos yang buruk.

6.Jangan mengorbankan kesehatan atau harga diri Anda dengan tetap bekerja demi itu.

7.Jangan biarkan atasan menekan Anda sedemikian rupa sehingga mulai memengaruhi kesehatan mental Anda.

8.Jangan biarkan bos Anda merusak karier Anda.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inspirasi Tips Karir
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top