Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transplantasi Ginjal, Masyarakat Apatis dan Pendonor Makin Terbatas

Sebagian masyarakat mulai apatis dengan transplantasi ginjal, karena berkurangnya jumlah pendonor.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 11 September 2020  |  20:47 WIB
Ginjal - thekidneysolution.com
Ginjal - thekidneysolution.com

Bisnis.com, JAKARTA - Transplantasi ginjal selama ini dianggap sebagai sebuah prosedur yang tabu di masyarakat. Bukan tanpa alasan, hal ini dipicu akan stigma negatif mengenai prosedur medis ini. 

Padahal penyakit ginjal jika tidak tertangani dengan baik, berpotensi besar pada kematian. WHO Country Health Profiles 2012 menyebut penyakit ginjal menempati peringkat ke-10 penyebab kematian di Indonesia. 

Sedangkan Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) mencatat dari 267,7 juta penduduk Indonesia pada 2018, 12,5 persen atau 30 juta diantaranya menderita penyakit ginjal kronik (PGK). Dari jumlah tersebut, sebanyak 132.142 diantaranya merupakan pasien PGK yang membutuhkan terapi pengganti ginjal (TPG) seperti hemodialisis (cuci darah), dialisis peritoneal (cuci darah melalui perut), dan transplantasi ginjal.

Sejauh ini, transplantasi dianggap menjadi terapi yang paling baik bagi pasien PGK. Sayangnya menurut Ketua Indonesian Transplantation Society Prof. Endang Susalit, masih terdapat masalah universal dalam bidang transplantasi organ, yakni kurangnya jumlah donor.

Transplantasi ginjal di Indonesia baru dilaksanakan dari donor hidup, sedangkan transplantasi dari donor jenazah belum terlaksana. Pada 2018 di RSCM saja tercatat dari 66.433 pasien PGK yang membutuhkan TPG, hanya 108 orang yang berhasil dilakukan transplantasi.  

Selain kurangnya donor, sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum mengenal transplantasi organ, padahal upaya penyuluhan tentang donasi ginjal kepada masyarakat sudah sering dilakukan tetapi masih sedikit yang bersedia. "Masyarakat Indonesia masih apatis terhadap kegiatan transplantasi organ," ujarnya dalam virtual media briefing RSCM, Jumat (11/9/2020).

Angka transplantasi ginjal pun terus menurun dari tahun ke tahun. Penurunan tajam terjadi pada tahun ini seiring adanya serangan pandemi virus corona (Covid-19).

Merujuk RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional, pada 2018 terdapat 108 prosedur transplantasi ginjal, 2019 sebanyak 63 prosedur, sementara 2020 sebelum Covid-19 hanya ada 14 prosedur yang dijalankan. Kegiatan ini sempat terhenti dan dilanjutkan kembali. Pasca adaptasi kebiasaan baru, sebanyak 16 prosedur transplantasi yang dijalankan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ginjal Transplantasi Organ
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top