Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasien Harus Laporkan Efek Samping Obat

Untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan, maka pasien yang mengonsumsi obat wajib melaporkan efek sampingnya.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 18 September 2020  |  10:02 WIB
Pedagang obat melayani pembeli di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pedagang obat melayani pembeli di Pasar Pramuka, Jakarta, Selasa (11/02/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk meningkatkan efektivitas kerja obat penting, pasien secara aktif mengadukan terjadinya efek samping dalam proses konsumsi obat.

Presiden Direktur Bayer Indonesia, Angel Michael Evangelista menjelaskan dalam peringatan Patient Safety Day, Kamis (17/9/2020), masyarakat khususnya pasien perlu berpartisipasi aktif melaporkan Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) maupun Efek Samping Obat (ESO) yang digunakan pada diri sendiri maupun kepada anggota keluarga. Pelaporan ini penting untuk keselamatan dan keamanan pasien selama pengobatan.

Bekerjasama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Angel Michael menjelaskan pihak Bayer mendukung tercapainya keselamatan dan keamanan pasien, utamanya dalam menjalankan perawatan dengan bantuan obat produksi Bayer. Hal ini seiring dengan komitmen perusahaan menghasilkan obat yang berkualitas dan aman.

“Bagi Bayer, keselamatan dan keamanan pasien adalah kewajiban dan inti dari bisnis kami,” ungkap Angel dalam konferensi pers virtual, Kamis (17/9/2020).

Oleh sebab itu, Tim Pharmacovigilance Bayer bekerjasama mendeteksi pola efek samping dan obat-obatan yang digunakan pasien. Adapun salah satu langkah adalah memastikan deteksi dini sinyal keselamatan tersebut adalah melalui pelaporan Kejadian Tidak Diiinginkan (KTD).

“Sehingga untuk memberikan akses pelaporan efek samping obat Bayer, perusahaan menyediakan aplikasi Safe Track, yang bisa diakses secara online,” sambung Angel Michael.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Aru Wisaksono Sudoyo mengatakan untuk menjamin keselamatan pasien, maka para tim medis pun wajib untuk berpegang pada prinsip ‘First Do Not Harm,’ atau melakukan segala langkah dengan mengutamakan keselamatan pasien.

Meski demikian, dia menyebut sangat penting bagi pasien kanker untuk segera melaporkan ke dokter jika terjadi efek samping setelah menggunakan obat tertentu. Dengan begitu, dokter dapat memberikan nasehat jika diperlukan perawatan medis tertentu atau mengubah obat apabila masih harus melalui perawatan lainnya.

“Sehingga terlihat bahwa konsep ‘Patient Safety’ itu perlu dipegang oleh semua pihak yang terlibat dalam proses pengobatan,” ujarnya.

Eko Adhi Pangarsa, Ketua YKI Cabang Jawa Tengah menambahkan, pasien harus juga memahami ada sejumlah efek samping yang secara umum dialami penderita kanker. Misalnya saja, mual, muntah, bibir pecah-pecah, dan kelelahan.

Untuk itu, pasien disarankan memahami pengobatan yang dijalankan dengan mengubah gaya hidup dan pola makan yang sesuai untuk meminimalisir efek samping.

“Efek samping obat dimulai dari proses pengobatan dari gejala ringan sampai berat. Maka, sebaiknya pasien dan keluarga atau care giver harus berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan semua informasi terkait efek samping yang bisa dan mungkin terjadi. Pasien dan keluarga juga harus melaporkan ke dokter jika terjadi efek samping,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

obat efek bayer
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top