Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Restorasi Karya Seni, Indonesia Butuh Regulasi

Berbeda dengan Indonesia, Italia sudah memiliki regulasi terkait dengan proses restorasi yang harus diikuti oleh para restorer.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 25 September 2020  |  12:01 WIB
Restorasi lukisan Lee Man Fong - istimewa
Restorasi lukisan Lee Man Fong - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA-- Standar untuk melakukan restorasi terhadap sebuah karya merupakan hal krusial. Restorasi seni memiliki kesabaran dan keahlian khusus.

Michaela Anselmini, Art Restoration Studio Saraswati Art, mengungkapkan peraturan mengenai restorasi sangat lah penting, dan Indonesia belum memiliki regulasi terkait restorasi atau konservasi karya seni rupa.

"Regulasi sebagai jaminan," katanya dalam siaran langsung Instagram Bisnis.com, Jumat (25/9/2020)

Dia menuturkan tidak adanya regulasi mengenai restorasi atau konservasi di Indonesia membuat dirinya menggunakan regulasi yang ada di Italia dengan standar yang tinggi, contohnya, ketika melalukan restorasi karya Lee Man Fong di Hotel Indonesia - Kempinski, Jakarta.

Berbeda dengan Indonesia, Italia sudah memiliki regulasi terkait dengan proses restorasi yang harus diikuti oleh para restorer.

Melalui regulasi, dia mengungkapkan akan ada standar dalam melakukan restorasi atau konservasi sebuah karya, seperti dari sisi material.

Untuk diketahui, Michaela Michaela Anselmini adalah seorang konservator dan pemulih seni dari Italia di mana dia belajar dan bekerja di bidang restorasi dan konservasi seni.

Dia lulus dari sekolah Artistik di Italia dengan gelar summa cum laude dari Liceo Artistico Statale 1 di Milan tahun 1991, dan mendapatkan sertifikasi sebagai pemulih pelestarian seni antik dan modern oleh Vedeco.

Di studio ini dan di bawah bimbingan Comolli Luca dan Renate Knes, dia mendapatkan pengalaman awalnya sampai dia membuka studionya sendiri di Milan.

Metode dan layanan yang diberikan oleh Michaela termasuk dokumentasi digital, pemindaian ultraviolet, penyematan resin, perawatan anti jamur, pelapisan ulang kanvas dengan Teknik panas dan dingin, dan pembersihan enzim atau anionik.

Pada 2010, dia pindah ke Bali membawa kemampuan yang dimiliki dan bergabung dengan Biasa ArtSpace.

Dari titik inilah Michaela mulai dikenal di kalangan tertentu pemilik galeri. Pada 2017 Michaela bersama dengan Sarasvati Art Communication & Publication mendirikan Art Restoration Studio, Conservation & Framing Consultant.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lukisan seni budaya seniman restorasi
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top