Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

4 Gejala Covid-19 Ini Mampu Bertahan Lebih dari 4 Minggu

Ribuan orang yang telah sembuh dari Covid-19 mengalami gejala seperti kelelahan, sesak napas, nyeri otot, dan aritmia jantung berbulan-bulan setelah menderita penyakit tersebut. 
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 16 Oktober 2020  |  12:32 WIB
Lelah - boldsky.com
Lelah - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Para peneliti di National Institute for Health Researh Inggris menyebut ada 4 gejala Covid-19 yang bertahan cukup lama di dalam tubuh manusia.

Dari laporan yang mereka terima, ribuan orang yang telah sembuh dari Covid-19 mengalami gejala seperti kelelahan, sesak napas, nyeri otot, dan aritmia jantung berbulan-bulan setelah menderita penyakit tersebut. 

Akademisi di National Institute for Health Research memperingatkan bahkan anak-anak pun dapat menderita gejala Covid-19 yang lama. Para ahli juga mengklaim bahwa gejala tersebut dapat dikelompokkan menjadi empat kelompok berbeda. Yakni sindrom perawatan pasca intensif (PICS), sindrom kelelahan kronis, (PVFS), kerusakan organ permanen (POD), dan sindrom Covid-19 jangka panjang (LTCS)

“Menjadi jelas bahwa, bagi sebagian orang, infeksi Covid-19 adalah penyakit jangka panjang," kata laporan itu seperti dikutip dari Express UK, Jumat (16/10/2020).

Penulis laporan Dr Elaine Maxwell menerangkan sindrom pasca perawatan intensif terjadi ketika pasien yang sakit kritis menderita berbagai masalah kesehatan setelah lama tinggal di rumah sakit. Ini dapat menyebabkan gejala seperti kelemahan otot yang dapat disebabkan karena tidak bergerak terlalu lama, penyebab tidak langsung yakni dari virus itu sendiri 

Pasien PICS mungkin menderita kecemasan atau masalah kesehatan mental lainnya, atau bahkan disfungsi otak. Beberapa pasien mengalami kelelahan dan kabut otak dengan cara yang sesuai dengan PVFS, sindrom yang terlihat setelah infeksi setelah virus lain seperti enterovirus atau rubella. 

Sementara beberapa orang memiliki bukti jelas kerusakan organ permanen yang disebabkan oleh virus, terutama kerusakan paru-paru dan kerusakan jantung. 

Maxwell menambahkan sebuah kelompok yang signifikan memiliki gejala yang tidak sesuai dengan kategori tersebut dan menggambarkan rollercoaster gejala yang bergerak ke seluruh tubuh dan tidak berlanjut menuju pemulihan.

Pihaknya mendengar bahwa beberapa orang mungkin dimulai dengan infeksi ringan, lebih ringan dari infeksi dada sebelumnya, meskipun tidak demam atau tidak batuk. 

Gejala kemudian muncul di berbagai bagian tubuh seperti jantung, kulit atau usus. "Yang lain mengembangkan aritmia jantung baru dan pingsan hingga enam bulan dalam perjalanan gejala mereka," tuturnya.

Kepala Petugas Medis Alat Penilaian Gejala Terkemuka Doctorlink, Dr Ben Littlewood-Hillsdon, mengatakan ada orang yang telah dalam perawatan intensif dengan Covid-19, tetapi telah sembuh total. Sementara di sisi lain skala, ada orang yang mengalami infeksi yang relatif kecil, tetapi kemudian mengalami gejala yang tidak kunjung sembuh selama berbulan-bulan. 

"Ada sejumlah besar dana yang digunakan untuk proyek penelitian berskala besar, sehingga profesional medis dapat lebih memahami cara virus memanifestasikan dirinya," tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Gejala Penyakit lelah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top