Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kalbe Farma Donasi 1.000 Knitted Knocker Untuk Penyintas Kanker Payudara

Knitted knocker adalah rajutan prostetik berbentuk payudara yang lembut, ringan dan sangat yang sangat nyaman digunakan oleh wanita yang telah menjalani mastektomi.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 17 Oktober 2020  |  18:04 WIB
Ilustrasi kanker payudara - boldsky
Ilustrasi kanker payudara - boldsky

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk.mengadakan seremonial pemberian donasi “Gerakan 1.000 Knockers” untuk para penyintas kanker payudara yang telah menjalani proses mastektomi.

Hal ini sebagai dukungan Bulan Peduli Kanker Payudara yang diperingati setiap Oktober. "Donasi ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengembalikan kepercayaan diri para penyintas kanker payudara," ujar dr. Selvinna, Marketing General Manager One Onco PT Kalbe Farma Tbk, Sabtu (17/10/2020).

Dia menerangkan gerakan ini merupakan bagian dari layanan Kalbe Oncology Total Solution (One Onco) yang bertujuan mengajak masyarakat untuk peduli kepada para wanita penyintas kanker pasca mastektomi di Indonesia agar kembali bangkit, kembali tersenyum, kembali percaya diri, dan kembali berkarya.

One Onco adalah sebuah layanan (ekosistem) onkologi terintegrasi, yang memberikan solusi komprehensif kepada pasien kanker, melalui layanan diagnostic terpadu, terapi (pengobatan) hingga komunitas. Harapannya dengan adanya layanan holistic ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup dari pasien kanker dan keluarganya.

Adapun knitted knocker adalah rajutan prostetik berbentuk payudara yang lembut, ringan dan sangat yang sangat nyaman digunakan oleh wanita yang telah menjalani mastektomi atau operasi pengangkatan payudara.

Pendiri Knitted Knockers Indonesia Rosalina Lee mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh Kalbe ini. Dengan diberikannya 1.000 knockers, pihaknya berharap para wanita pejuang pasca mastektomi dapat meningkatkan kepercayaan dirinya, diterima oleh lingkungan, serta terus mau dan mampu berkarya. "Meskipun sudah diangkat sebagian (atau mungkin seluruh) payudaranya,” sebut Rosalina.

Sementara itu, Spesialis Onkologi, Desak Gede Agung Suprabawati mengatakan kanker payudara menjadi salah satu masalah kesehatan dunia yang menyebabkan kematian paling tinggi khususnya bagi wanita.

Upaya mendeteksi dini kanker payudara dilakukan dengan menggunakan metode Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) atau screening pada perempuan usia 30-50 tahun. Jika kanker payudara terlihat memasuki stadium lebih lanjut maka akan dilakukan tindakan mastektomi, yaitu operasi pengangkatan seluruh jaringan payudara, baik salah satu atau kedua payudara wanita.

“Lebih dini penyakit kanker ditemukan, dan mendapat penanganan sejak awal, maka peluang untuk sembuh pun jauh lebih besar,” tegas Suprabawati.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker kanker payudara
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top