Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jangan Pakai Masker Berkatup Cegah Corona, Ini Alasannya

Pasalnya, menurut WHO, masker ini ditujukan bagi pekerja industri untuk mencegah debu dan partikel terhirup saat katup menutup saat menghirup.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 17 November 2020  |  12:23 WIB
Masker berkatup
Masker berkatup

Bisnis.com, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia WHO tidak merekomendasikan penggunaan masker dengan katup pernafasan.

Pasalnya, menurut WHO, masker ini ditujukan bagi pekerja industri untuk mencegah debu dan partikel terhirup saat katup menutup saat menghirup.

Namun, katup akan terbuka saat menghembuskan napas sehingga memudahkan untuk bernapas, tetapi juga memungkinkan virus apa pun untuk masuk melalui lubang katup, membuat masker tidak efektif dalam mencegah penyebaran Covid.

Selain masker jenis ini, juga tidak disarankan memakai masker berbahan scuba dan buff untuk menghindari penularan virus corona.

Sama halnya dengan masker berkatup, masker scuba tidak efektif melindungi diri dari penularan virus corona penyebab Covid-19. Dan masker ini efektifitasnya sangat kecil yakni 0-5 persen. 

Fakta ini berarti penggunaan masker scuba, berkatup dan buff kurang efektif melindungi area hidung dan mulut pengguna dari kontak dengan cipratan, tetesan, atau partikel yang terpapar virus corona. 

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

who masker Adaptasi Kebiasaan Baru Kampanye 3M
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top