Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Relawan Ungkap Efek Samping Vaksin Covid-19 Buatan Moderna

Neal Browning, sukarelawan kedua yang menerima vaksin Covid-19 Moderna selama uji coba fase satu pada Maret mengatakan bahwa ketika disuntik, dia seperti mendapatkan vaksinasi flu biasa.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 18 November 2020  |  12:43 WIB
Moderna. - Bloomberg
Moderna. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Relawan vaksin buatan Moderna Inc. membeberkan efek samping yang didapat setelah disuntikkan vaksin tersebut. Adapun vaksin ini sebelumnya diklaim memiliki efektivitas hingga 94,5 persen dalam analisis awal dari uji klinis tahap akhir.

Neal Browning, sukarelawan kedua yang menerima vaksin Covid-19 Moderna selama uji coba fase satu pada Maret mengatakan bahwa ketika disuntik, dia seperti mendapatkan vaksinasi flu biasa.

Dia mengaku hanya mengalami efek samping yang sangat rendah pasca divaksinasi. "Sedikit sakit lengan keesokan harinya," ungkapnya seperti dikutp dari Express UK, Rabu (18/11/2020).

DIketahui uji coba vaksin Moderna melibatkan 30.000 orang di AS dengan setengahnya diberi dua dosis vaksin, dengan jarak empat minggu. Sisanya mendapat suntikan plasebo. Analisis ini didasarkan pada 95 orang pertama yang mengembangkan gejala Covid-19

Hanya lima dari kasus Covid-19 pada orang yang diberi vaksin, 90 di antara mereka yang diberi pengobatan plasebo. Perusahaan mengatakan vaksin tersebut melindungi 94,5 persen orang.

"Efektivitas keseluruhannya luar biasa, ini hari yang luar biasa," kata Tal Zaks, Kepala Petugas Medis di Moderna.

Dalam jumpa pers kemarin, Menteri Kesehatan Matt Hancock mengungkapkan pemerintah Inggris telah memesan lima juta dosis vaksin Moderna. Jika vaksin melewati semua pemeriksaan keamanan yang relevan, suntikan dapat mulai diluncurkan di seluruh negeri pada musim semi 2021.

"Kami bisa melihat lilin harapan," ujar Hancock tetapi memperingatkan bahwa orang harus tetap mematuhi pembatasan Covid-19.

Vaksin terbaru merupakan prospek yang sedikit lebih menarik daripada calon Pfizer karena dapat disimpan dengan lebih mudah. Telah terbukti bertahan hingga 30 hari di lemari es rumah tangga, pada suhu kamar hingga 12 jam, dan tetap stabil pada -20C hingga enam bulan.

Sebaliknya, vaksin Pfizer harus disimpan pada suhu sekitar -70C, yang menghadirkan tantangan yang menakutkan untuk distribusi massal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Vaksin Covid-19
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top