Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

5 Taktik Negosiasi Agar Sukses dalam Karir

Tapi, banyak juga orang enggan bernegosiasi karena mereka merasa malu, kurang percaya diri, atau karena tidak memiliki keterampilan.
Krizia Putri Kinanti
Krizia Putri Kinanti - Bisnis.com 23 November 2020  |  17:12 WIB
Ilustrasi - Entrepreneur
Ilustrasi - Entrepreneur

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap orang pernah melakukan negosiasi dalam hidup mereka. Baik dalam hubungan pribadi atau hubungan profesional.

Tapi, banyak juga orang enggan bernegosiasi karena mereka merasa malu, kurang percaya diri, atau karena tidak memiliki keterampilan.

Negosiasi, sangatlah penting dalam sebuah pekerjaan. Ini akan menjadi salah satu penentu keberhasilan jenjang karier Anda ke depannya.

Berikut taktik-taktik negosiasi yang didasarkan pada ilmu psikologi untuk Anda pelajari seperti dilansir dari Times of India:

1. Lebih sedikit bicara, lebih banyak mendengarkan, dan berempati

Ada kalanya Anda berpikir bahwa bernegosiasi dengan baik berarti mampu berbicara sesuai keinginan Anda atau mempesona pihak lain dengan persuasi. Tetapi, menurut ilmu psikologi, kekuatan yang kuat dalam interaksi semacam itu adalah empati.

Anda harus benar-benar memahami perasaan dan perspektif orang lain saat menegosiasikan sesuatu. Hanya sekali Anda melakukannya, Anda dapat merefleksikan perasaan itu kembali kepada mereka sehingga mereka tahu Anda mengerti.

2. Gunakan emosi Anda dengan bijak

Emosi adalah bagian yang menarik dari negosiasi, bisa membantu atau menghalangi. Mengekspresikan emosi positif selama negosiasi akan membangun kepercayaan dan juga meningkatkan pemecahan masalah. Emosi negatif, sebaliknya, akan meruntuhkan kepercayaan yang harus Anda bangun selamanya.

Akan tetapi, jika Anda masih ingin menunjukkan emosi negatif, Anda harus 100% otentik dengannya agar orang lain menganggap Anda serius. Emosi palsu hanya akan membuat orang lain melihat ini sebagai penggunaan emosi yang strategis.

3. Beri orang kendali

Tidak ada yang suka kalau mereka dipaksa melakukan sesuatu. Mereka lebih menyukainya ketika mereka menemukan ide untuk melakukan sesuatu sendiri dan Anda membiarkan mereka mengambil kendali. Inilah sebabnya mengapa negosiator yang baik akan mundur sedikit dan memberi kebebasan kepada orang untuk membuat keputusan. Buat orang lain merasa bahwa mereka bebas untuk mengubah ide yang sedang dinegosiasikan.

4. Anggaplah Anda sedang bernegosiasi atas nama seseorang

Wanita biasanya bernegosiasi untuk mendapatkan gaji. Ini karena adanya stereotip bahwa perempuan adalah negosiator yang buruk dalam hal gaji. Ketika wanita diingatkan tentang stereotip ini, mereka bernegosiasi dengan kurang efektif. Mereka takut akan reaksi negatif dan khawatir rekan-rekan mereka akan berpikir negatif tentang mereka.

Inilah mengapa Anda perlu berpura-pura bahwa Anda sedang bernegosiasi atas nama orang lain. Anda perlu memberi tahu mereka bahwa Anda pandai bernegosiasi seperti pria.

5. Berinvestasilah dalam hubungan jangka panjang

Kadang-kadang, negosiasi bisa terasa seperti pertarungan antara dua pemain dan satu-satunya tujuan adalah untuk memenangkan permainan. Tetapi terkadang perlu untuk mundur selangkah dan melihat gambaran yang lebih besar. Apa yang lebih penting? Bagaimana pun mendapatkan kemenangan dalam negosiasi atau hubungan yang berkelanjutan dengan orang tersebut? Berinvestasilah dalam hubungan karena akan menghasilkan hasil yang lebih produktif bagi kedua belah pihak dalam jangka panjang

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

renegosiasi Tips Karir
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top