Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rasa Logam di Mulut bisa jadi Gejala Covid-19

Dalam sebuah penelitian tentang gejala Covid-19 yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, mencatat banyak orang sakit dengan infeksi saluran pernapasan atas (URI), merasakan rasa tumpul saat mencicipi makanan
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 24 November 2020  |  15:06 WIB
Lidah - Istimewa
Lidah - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Gejala virus corona semakin beragam dari hari ke hari. Hilangnya penciuman dan rasa telah menjadi beberapa gejala utama, namun beberapa waktu terakhir, rasa logam yang menetap di mulut dikaitkan pula dengan gejala Covid-19.

Dalam sebuah penelitian tentang gejala Covid-19 yang diterbitkan di US National Library of Medicine National Institutes of Health, mencatat banyak orang sakit dengan infeksi saluran pernapasan atas (URI), merasakan rasa tumpul saat mencicipi makanan, baik sekunder dari rinitis dan mengakibatkan penyumbatan hidung atau dari cedera virus langsung ke neuroepitel penciuman.

“Penciuman retronasal, kombinasi antara bau dan rasa orthonasal adalah proses sensorik yang memungkinkan manusia untuk merasakan rasa, yang didefinisikan sebagai persepsi tentang sesuatu di luar lima dimensi rasa makanan manis, asin, pahit, asam, dan umami," sebut studi itu seperti dilansir dari Express UK, Selasa (24/11/2020).

Disebutkan bahwa seorang wanita Afrika-Amerika berusia 59 tahun dibawa ke rumah sakit yang juga objek penelitian dengan ambulans pada 29 Maret 2020, akibat sesak napas, kelelahan, dan kehilangan nafsu makan selama beberapa hari. Sekitar seminggu sebelum masuk, pasien mulai mengalami penurunan nafsu makan dan ketidaktertarikan pada makanan. Gejala-gejala ini diisolasi dan didahului dengan indikasi bahwa dia sakit.

“Selama seminggu sebelum presentasinya, makanan yang biasanya dia nikmati terasa hambar dan metalik," tulis peneliti dalam laporannya.

Ketika ditanyai lebih lanjut, pasien juga mengakui kemampuan penciuman yang perlahan berkurang yang berkembang menjadi anosmia lengkap tanpa adanya hidung tersumbat atau gejala hidung lainnya. “Selama pasien berada di ICU, hasil SARS-CoV-2 NAAT positif terdeteksi virus pada 2 April 2020," lapor para peneliti.

NHS mengatakan rasa logam biasanya tidak serius dan bisa menjadi gejala dari banyak hal yang berbeda. Perawatannya pun tergantung dari penyebabnya.

“Penyebab umum rasa logam antara lain penyakit gusi, minum obat seperti antibiotik, pengobatan kanker atau masuk angin, infeksi sinus dan masalah saluran napas lainnya. Terkadang, rasa logam dapat dikaitkan dengan masalah dengan indra penciuman Anda," tulis NHS.

Mengutip WebMD, tidak ada satu cara untuk mengobati atau mencegah rasa logam di mulut Anda. “Dalam beberapa kasus, gejala yang tidak menyenangkan ini dapat hilang dengan sendirinya, misalnya jika Anda berhenti mengonsumsi vitamin atau menghilangkan sumber timbal yang pernah Anda alami. Beberapa obat dapat memberi Anda rasa logam di mulut Anda," tulis situs kesehatan itu.

Oleh karena itu memeriksakan diri ke dokter perlu dilakukan untuk mengetahui penyebab pastinya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona sensor
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top