Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waduh! 83 Persen Tenaga Kesehatan Alami Burn Out Sedang

Ketua Tim Peneliti dr. Dewi Soemarko menjelaskan burn out tingkat sedang ini menandakan peringatan dan perlunya pertolongan yang harus diberikan kepada para tenaga kesehatan.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  18:11 WIB
Sejumlah petugas tenaga kesehatan bersiap untuk didekontaminasi usai bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Kamis (12/11/2020). - Antara
Sejumlah petugas tenaga kesehatan bersiap untuk didekontaminasi usai bertugas di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Kamis (12/11/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - 83 persen tenaga kesehatan Indonesia yang saat ini mengangani pandemi Covid-19 mengalami kelelahan atau burn out tingkat sedang.

Kajian tersebut dipaparkan berdasarkan penelitian yang dilakukan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) pada Agustus 2020. Ketua Tim Peneliti dr. Dewi Soemarko menjelaskan burn out tingkat sedang ini menandakan peringatan dan perlunya pertolongan yang harus diberikan kepada para tenaga kesehatan.

"Belum ke burn out tingkat berat. Itu artinya, mereka [tenaga kesehatan] perlu ditolong," ungkap Dewi dalam Talkshow yang berjudul "Pandemic Fatigue, Jangan Pernah Menyerah!" yang diadakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Senin (11/1/2021).

Ketua Prodi Magister Kedokteran Kerja FKUI tersebut juga menjelaskan burn out dominan dialami tenaga kesehatan ini adalah kelebihan emosi. Kondisi tersebut membuat mental para tenaga kesehatan menjadi lelah.

Bukan itu saja, dia menuturkan burn out tingkat sedang juga berpengaruh kepada berkurangnya rasa percaya diri.

"Padahal para tenaga kesehatan merupakan orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan memutuskan sesuatu atau decision maker yang memerlukan kepercayaan diri," imbuhnya.

Dewi mengungkapkan penelitian ini dilakukan dalam cakupan di Indonesia. Penelitian yang dilakukan secara virtual ini mengumpulkan 1400 responden tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, dokter gigi, bidan, perawat, dan tenaga farmasi.

Selain itu, Dewi juga mengungkapkan berdasarkan penelitian yang dilakukan di sebuah rumah sakit yang menangani pasien Covid-19, potensi gangguan kecemasan lebih besar juga terjadi pada tenega kesehatan yang berada di pusat penanganan Covid-19. Apalagi bagi mereka yang telah pernah menjalani karantina.

"Kami meminta kepada Kementerian Kesehatan dan perhimpunan-perhimpunan profesi untuk membantu mereka," kata Dewi.

Dewi mengakui untuk menjaga kondisi tenaga kesehatan ini sudah lebih diperhatikan, misalnya dengan membatasi jam kerja.

Menurutnya, masyarakat umum sebenarnya juga bisa membantu tenaga kesehatan dengan disiplin menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan juga sering mencuci tangan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga kesehatan Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top