Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPOM Keluarkan Izin Darurat Vaksin Sinovac, Satgas: Jangan Berhenti Terapkan 3M!

Satgas Covid-19 mengingatkan hadirnya vaksin tidak serta-merta membuat masyarakat berhenti menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.
Ika Fatma Ramadhansari
Ika Fatma Ramadhansari - Bisnis.com 11 Januari 2021  |  17:31 WIB
Petugas kasir mengenakan alat pelindung diri berupa masker, face shield, dan sarung tangan ketika melayani pembeli di salah satu gerai penjualan kebutuhan pokok di Mal Pekanbaru, Riau, Selasa (13/10/2020).  - ANTARA
Petugas kasir mengenakan alat pelindung diri berupa masker, face shield, dan sarung tangan ketika melayani pembeli di salah satu gerai penjualan kebutuhan pokok di Mal Pekanbaru, Riau, Selasa (13/10/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi menerbitkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Covid-19 buatan Sinovac.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan menjadi orang pertama di Indonesia yang akan disuntuk vaksin Covid-19 pada Rabu (13/1/2021).

Namun, hadirnya vaksin Covid-19 tidak serta-merta membuat masyarakat berhenti menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Dwi Listyawardani dalam talkshow yang diadakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara virtual pada Senin (11/1/2021).

"Memang vaksin [Covid-19] ini sebuah harapan. Tapi kita juga tahu, vaksin itu masih lama untuk bisa merata dilayani karena ada prioritas-prioritas tertentu yang harus dilakukan," kata Dwi seperti dikutip Bisnis, Senin (11/1/2021).

Dwi mengungkapkan protokol kesehatan 3M tetap harus diterapkan, meski nanti semua masyarakat sudah divaksinasi.

Hal ini terjadi karena vaksinasi merupakan upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia, bukan untuk mematikan virus Corona.

"Virusnya masih bisa menular dari satu orang ke orang lain, kalau tidak menerapkan 3M itu tadi," jelas Dwi.

Bukan itu saja, dia mengatakan Satgas Covid-19 masih dalam tahap mempelajari virus Covid-19. Termasuk juga mempelajari vaksin yang sedang diproduksi.

Dia mengingatkan kehadiran vaksin Covid-19 tidak membuat penerapan 3M akan hilang.

Seperti diketahui, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan penerbitan EUA dilakukan setelah pihaknya melakukan kajian terhadap uji klinis fase III vaskin Covid-19 Sinovac yang dilakukan di Bandung. Selain itu, BPOM juga mengkaji hasil uji klinis vaksin Sinovac yang dilakukan di Turki dan Brasil.

Penny menyatakan bahwa vaksin Coronavac telah menunjukkan kemampuan dalam pembentukan antibodi dan kemampuan antibodi di dalam tubuh untuk membunuh atau menetralkan virus atau imunogenisitas.

"Hasil uji klinis di Bandung menunjukkan imunogenisitas yang baik," kata Penny dalam keterangan pers, Senin (11/1/2021).

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Covid-19 Vaksin Covid-19 Adaptasi Kebiasaan Baru
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top