Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Golongan Darah bisa Pengaruhi Tingkat Gejala Covid-19

Sejak awal pandemi, para peneliti telah mencatat bagaimana golongan darah dapat memengaruhi tingkat keparahan infeksi Covid-19.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 15 Januari 2021  |  10:33 WIB
Golongan darah
Golongan darah

Bisnis.com, JAKARTA – Para peneliti menyatakan bahwa tingkat keparahan seseorang ketika terinfeksi virus corona baru dan mengidap penyakit Covid-19 bisa ditentukan oleh golongan darah.

Sejak awal pandemi, para peneliti telah mencatat bagaimana golongan darah dapat memengaruhi tingkat keparahan infeksi Covid-19.

Para ilmuwan menemukan bahwa individu dengan golongan darah A berisiko sangat tinggi mengembangkan kasus Covid-19 yang parah atau bahkan dapat menimbulkan kematian.

Studi menemukan bahwa banyak pasien memiliki kasus parah memiliki varian yang sama pada gen yang menentukan golongan darah seseorang, dengan golongan darah A mencatat peningkatan risiko hingga 50 persen.

Dilansir dari Express UK, Jumat (15/1) studi dari New England Journal of Medicine menyelidiki hubungan genomewide Covid-19 parah dengan kegagalan pernapasan.

Studi itu mencatat ada varian yang cukup besar dalam perilaku penyakit di antara pasien yang terinfeksi sindrom pernapasan akut parah SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit Covid-19.

Analisis asosiasi genomewide memungkinkan untuk identifikasi faktor genetik potensial yang terlibat dalam pengembangan keparahan penyakit pandemi tersebut.

Dalam studi lain yang diterbitkan di National Library of Medicine National Institutes of Health, para ilmuwan menyelidiki hubungan antara golongan darah dan infeksi Covid-19.

Studi ini mencatat bahwa bukti terbaru menunjukkan golongan darah memang dapat memengaruhi faktor risiko Covid-19 yang parah.

Hasil studi menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah A, B, atau AB lebih mungkin terinfeksi Covid-19 dibandingkan dengan kelompok orang dari golongan darah O.

Jacques Le Pendu, direktur penelitian di Inserm – badan penelitian medis di Prancis – mengatakan ada dua teori tentang hubungan antara golongan darah dengan virus corona baru.

Salah satunya adalh bahwa orang dengan tipe O kurang berisiko mengalami masalah koagulasi dan pembekuan diketahui memiliki pengaruh yang cukup besar pada tingkat keparahan penyakit.

Dia mengatakan itu juga bisa karena kemungkinan patogen akan membawa antigen golongan darah orang yang terinfeksi.

Dengan demikian, antibodi yang dihasilkan oleh orang dengan golongan darah O mungkin menonaktifkan virus saat ditularkan dari orang dengan golongan darah A.

“Namuun, mekanisme perlindungan ini tidak akan bekerja di semua situasi. Misalnya orang bergolongan darah O dapat menginfeksi orang bergolongan darah O lainnya,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Gejala Penyakit
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top