Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kevin Feige: Gaya Sitkom WandaVision Tak Pengaruhi Cerita MCU

Presiden Produksi Marvel Studios mengatakan bahwa serial WandaVision memberi nuansa baru yang spektakuler sebagai pembuka fase keempat dari MCU.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 16 Januari 2021  |  14:27 WIB
Elizabeth Olsen (kiri) pemeran Wanda Maximoff dan Paul Bettany sebagai Vision di serial WandaVision.  - Dok. Marvel Studios
Elizabeth Olsen (kiri) pemeran Wanda Maximoff dan Paul Bettany sebagai Vision di serial WandaVision. - Dok. Marvel Studios

Bisnis.com, JAKARTA – Marvel Cinematic Universe (MCU) akhirnya merilis serial pertamanya, WandaVision. Setelah 13 tahun berkelana di layar lebar, rumah produksi tersebut akhirnya menyajikan kisah para superhero jagoan tersebut di layar kaca.

Adapun, mendekati tanggal penayangannya, yakni 15 Januari 2021, Marvel Studios menggelar acara jumpa pers daring bersama para pengisi serial ini, di mana Bisnis.com berkesempatan untuk hadir di dalamnya.

Dalam agenda tersebut, Produser film dan Presiden Produksi Marvel Studios, Kevin Feige mengatakan bahwa serial WandaVision memberi nuansa baru yang spektakuler sebagai pembuka fase keempat dari MCU.

“Ini adalah percobaan pertama Marvel Studios dan langsung dengan pemeran dan karakter luar biasa yang kami lihat di film [MCU] dan kini masuk ke serial televisi. kami ingin mengubah ide yang menurut orang lain aneh menjadi pertunjukan spektakuler,” ujarnya lewat diskusi virtual yang dikutip, Sabtu (16/1/2021).

Kevin juga menyebutkan, proyek tersebut digarapnya tanpa pikir panjang setelah menerima ide dari Jac Schaeffer yang merupakan penulis sekaligus produser eksekutif untuk memasukkan gaya situasi komedi di serial WandaVision.

Dia melanjutkan hal tersebut dikarenakan, Kevin terinspirasi dari kakek buyutnya, Robert Short yang merupakan eksekutif produser di era 50-an yang sangat sering membuat sitkom di Amerika Serikat.

"Kakek buyutku bekerja untuk Procter and Gamble yang di era 50an dan 60an sering membuat serial televisi. Mungkin kenangan itu sedikit menjadi inspirasi bagiku ketika WandaVision hendak dibuat dengan gaya sitkom," katanya.

Kevin mengatakan alasannya menyetujui unsur sitkom di WandaVision adalah karena dirinya mencintai berbagai acara televisi sewaktu kecil.

"Sejak kecil aku sering, bahkan bisa dibilang terlalu banyak menonton TV dan sitkom-sitkom yang ada selalu menarik untuk ditonton. Perlu diingat, unsur sitkom di sini bukan parodi atau satir, kami membuatnya seperti ini, karena benar-benar menyukai berbagai sitkom dari masa ke masa," ujarnya.

Selain itu, Kevin Feige menyadari dirinya melawan ekspektasi penonton dengan kisah yang selama ini disajikan di layar lebar, tiba-tiba dikemas dengan gaya berbeda. Namun, dia menyatakan, semua yang tersaji di WandaVision akan tetap berpegang teguh pada prinsip film-film superhero di MCU.

"Serial ini tetap mengambil inspirasi dari sumber asli di komik. Jadi, memang semua unsur bercampur menjadi satu di sini dan memang tepat untuk tayang di Disney+. Justru dengan adanya WandaVision, ada sisi lain yang bisa disajikan. Kesinambungannya dengan semua fim MCU membuat serial ini tetap harus disaksikan oleh para fans fanatik," kata Kevin.

Sekedar informasi, Marvel Studios mempersembahkan WandaVision, sebuah tayangan spesial yang menggabungkan konsep serial TV klasik dan Marvel Cinematic Universe, di mana Wanda Maximoff (Elizabeth Olsen) dan Vision (Paul Bettany) mulai curiga bahwa semuanya tidak berjalan seperti yang terlihat.

Disutradarai oleh Matt Shakman dengan Jac Schaeffer sebagai head writer, serial orisinil terbaru dengan sembilan episode ini tayang perdana secara eksklusif di Disney+ Hotstar mulai tanggal 15 Januari 2021 pukul 15.00 WIB.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infotainment marvel
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top