Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2 Efek yang Dirasakan Pasien usai Sembuh dari Covid-19

Sindrom pasca Covid-19 adalah keadaan mengalami komplikasi COVID-19 bahkan setelah dinyatakan negatif dan sembuh dari penyakit. Selama periode ini, seseorang dapat berubah dari mengalami gejala yang sama dan paling umum dari virus corona baru menjadi sepenuhnya tanpa gejala.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 24 Januari 2021  |  16:11 WIB
Kelelahan - boldsky.com
Kelelahan - boldsky.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pasien Covid-19 akan mengalami sindrom pasca sembuh.

Sindrom pasca Covid-19 adalah keadaan mengalami komplikasi COVID-19 bahkan setelah dinyatakan negatif dan sembuh dari penyakit. Selama periode ini, seseorang dapat berubah dari mengalami gejala yang sama dan paling umum dari virus corona baru menjadi sepenuhnya tanpa gejala.

Ini termasuk individu yang biasanya disebut sebagai "jangka panjang", yang telah pulih dari penyakit tetapi terus mengalami efek virus yang menetap dan berjangka panjang.

Sindrom ini bergantung pada kekebalan seseorang, Covid-19 dapat berbeda pengaruhnya terhadap orang yang berbeda. Demikian pula, kondisi pasca-Covid-19.

Sebuah penelitian baru-baru ini menyoroti dua gejala pasca-pemulihan yang paling umum.

Sementara gejala pasca-COVID dapat berkisar dari nyeri sendi, kabut otak hingga nyeri dada, sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal JAMA menemukan 2 gejala paling umum yang dialami oleh individu pasca-pemulihan.

Pasien, yang sebelumnya telah keluar dari rumah sakit setelah pulih dari COVID-19, dievaluasi dan diamati berdasarkan gejala yang berkepanjangan.

Studi ini memfasilitasi kuesioner standar yang diberikan kepada setiap peserta, berikut data tentang gejala tertentu yang dianalisis. Para peneliti meminta individu untuk membuat daftar gejala yang ada dan tidak ada selama mereka sakit dan apakah masih terasa pada saat mereka sembuh.

Ditemukan ba hwa 87,4 persen pasien yang sembuh mengeluh mengalami setidaknya satu dari dua gejala berikut ini:

1. Dispnea

?Dispnea, yang dikenal sebagai sesak napas, adalah suatu kondisi medis yang membuat seseorang sulit bernapas dan memicu rasa sesak dan nyeri dada.

2. Kelelahan

?Kelelahan adalah keadaan merasa lelah dan kurang energi. Tidak seperti saat-saat mengantuk dan merasa mengantuk, kelelahan dapat bertahan untuk jangka waktu yang lebih lama dan dapat berkisar dari komplikasi kesehatan ringan hingga parah.

Perawatan dan pencegahan

Jika Anda merasa sesak atau mengalami sesak parah di dada, National Health Services (NHS) merekomendasikan agar kamar Anda tetap dingin dan membuka jendela.

Selain itu, Anda bisa rileks dan mencoba latihan pernapasan yang menenangkan yang bisa menenangkan saraf Anda. Duduk tegak dan merilekskan bahu Anda juga dapat membantu prosesnya.

Selain itu, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati dan oleh karena itu, Anda harus mengambil semua tindakan pencegahan dan menjaga jarak sosial, kapan pun Anda berada di ruang publik. Kenakan masker Anda dan desinfeksi permukaan yang sering disentuh secara teratur.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penyakit Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top