Vent-I Essential 3.5 produksi PHC Indonesia dan ITB yang diluncurkan Selasa, (26/1/2021)./Humas ITB
Health

Ventilator Buatan Indonesia Raih Sertifikat Internasional

Newswire
Rabu, 27 Januari 2021 - 14:19
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Produk ventilator varian terbaru dari Vent-I berhasil memenuhi standar internasional.

Ventilator tersebut memenuhi standar alat kesehatan International Electronical Commission (IEC 60601), standar persyaratan ventilator (IEC80601), serta standar kompatibilitas elektro magnetik EN55011-CISPR 11.

Demikian disampaikan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro.

Bambang menyebutkan bahwa produk ventilator dimaksud adalah Portable Ventilator Vent-I Essential 3.5 jenis Continuous Positive Airways Pressure.

"Ini merupakan momen bersejarah, karena sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia tidak pernah produksi ventilator secara mandiri. Kami harap inovasi ini tidak sampai pada kebutuhan darurat selama pandemi tetapi terus berlanjut ke industri. Ini merupakan bentuk hilirisasi di tengah pandemi," katanya, dikutip dari siaran pers kementerian, Rabu (27/1/2021).

Portable Ventilator Vent-I Essential 3.5 jenis Continuous Positive Airways Pressure merupakan hasil kolaborasi antara PT Panasonic Healthcare Indonesia (PHCI) dengan anak usaha Institut Teknologi Bandung PT Rekacipta Inovasi ITB yang didukung oleh PT Layani Nahdlatul Utama.

Direktur PT Panasonic Healthcare Indonesia Dewanto Hari Sulaksono mengatakan produk ventilator rancangan ITB yang disempurnakan dan diproduksi PHCI itu memiliki akurasi kinerja dan efikasi tinggi.

"Alat ini efektif dan banyak dibutuhkan dalam kondisi darurat untuk menangani pasien Covid-19 fase 2 yaitu pasien yang masih bisa bernapas secara mandiri namun saturasi oksigennya rendah," kata Dewanto.

Bambang berharap pengembangan produk ventilator di dalam negeri selanjutnya mampu mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Wakil Ketua DPR RI Rahmat Gobel berharap kehadiran Vent-I Indonesia diikuti oleh kemunculan produk-produk anak bangsa lainnya melalui kolaborasi dunia akademi dengan pelaku dunia usaha.

Dia meminta pemerintah mendukung pengembangan produk-produk karya anak bangsa dengan memprioritaskan pembelian produk lokal dalam penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Saya harap kerja sama seperti ini terus bergulir untuk melahirkan berbagai produk agar pasar dalam negeri kita tidak terus tergerus oleh produk impor. Jangan sampai anggaran pemerintah sebagian besar digunakan untuk membeli produk impor," katanya.

Seperti diberitakan Bisnis.com sebelumnya, PT  Panasonic Health Care (PHC) Indonesia memastikan tersedianya layanan purna jual ventilator Vent-I Essential 3.5 yang baru saja diluncurkan secara resmi di Cikarang Jawa Barat, Selasa (26/1/2021).

PT Gobel Dharma Nusantara (GDN), selaku distributor memastikan, bahwa hingga saat ini telah memiliki sedikitnya 53 jaringan distribusi dan pelayanan purna jual di seluruh Indonesia.

Direktur PHC Indonesia Dewanto Hari Sulaksono menyatakan selain dijual dengan harga kompetitif, tersedia layanan purna jual ventilator tersebut.

"Pemasaran Vent-I akan ditangani konsorsium PT Rekacipta Inovasi ITB (RII), PT Layani Nahdlatul Utama (LNU) dan Mahkota Power International (MPI), serta didistribusikan PT Gobel Dharma Nusantara (GDN) yang mempunyai jaringan distribusi dan pelayanan purna jual di seluruh Indonesia," ujarnya.

Dewanto menerangkan, ventilator tipe Continuous Positive Airways Pressure (CPAP) tersebut dirancang oleh ITB kemudian disempurnakan PHC Indonesia.

Ventilator ini mampu meningkatkan saturasi oksigen dengan memberi masukan oksigen ke pasien dengan fraksi oksigen lebih dari 50 persen secara terus-menerus dengan tekanan terukur (5-15 cm H2O).

"Produk ini juga telah lulus uji klinis oleh Universitas Padjadjaran dan lulus uji produk oleh BPFK Kemenkes RI," tegasnya.

CPAP Vent-I Essential 3.5 dirancang untuk mudah digunakan dengan akurasi kinerja dan efikasi yang tinggi, dibuat dengan bahan medis yang aman, sehingga menghasilkan produk bermutu dan handal.

Dari sisi harga, Vent-I ditawarkan Rp60 juta per unit, sedangkan produk impor dapat mencapai sekitar Rp180 juta - Rp 230 juta.

"Penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) sudah mencapai 43 persen dengan kapasitas produksi mencapai 37.500 unit per tahun  atau rata-rata 3.300 unit per bulan," ujarnya.

Penulis : Newswire
Editor : Saeno
Sumber : Antara
Bagikan

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro