Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim Hujan, Kenali Gejala Radang Tenggorakan yang Berbeda dengan Virus Corona

Radang tenggorokan biasa memiliki gejala yang hampir dengan infeksi virus corona (Covid-19) pada tubuh.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  12:00 WIB
Batuk dan radang tenggorakan saat musim hujan memiliki gejala yang hampir mirip dengan virus corona (Covid-19) - istimewa
Batuk dan radang tenggorakan saat musim hujan memiliki gejala yang hampir mirip dengan virus corona (Covid-19) - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Radang tenggorokan biasanya disebabkan oleh  infeksi bakteri yang membuat tenggorokan kita terasa sakit dan gatal. Biasanya ini terjadi pada anak-anak selama musim dingin.

Radang tenggorokan disebabkan oleh infeksi bakteri yang membuat tenggorokan Anda terasa gatal dan sakit. Infeksi ini perlu segera diobati dan tidak boleh ditunda agar tidak menyebabkan demam.

Mengutip dari Pink Villa, Jumat (29/1/2021), jika anak dan orang  dewasa menderita radang tenggorokan, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pengobatannya. Tetapi pertama-tama, Anda perlu mengetahui gejala-gejalanya untuk mengetahui infeksi.

Berikut gejala radang tenggorokan yang berbeda dengan infeksi virus corona (Covid-19):

1. Sakit tenggorokan yang umumnya terjadi dengan cepat.

2. Sakit saat menelan.

3. Amandel merah dan bengkak terkadang dengan bercak putih di atasnya.

4. Bintik merah sangat kecil di bagian belakang langit-langit mulut Anda.

5. Pembengkakan kelenjar getah bening di leher Anda.

6. Ruam.

7. Demam.

8. Sakit kepala.

9. Mual atau muntah, terlihat terutama pada anak-anak.

10. Sakit di badan.

Kapan harus berkonsultasi dengan dokter Anda untuk radang tenggorokan?

1. Jika keadaan menjadi parah, konsultasikan dengan dokter Anda. Tanda-tandanya adalah sebagai berikut:

2. Sakit tenggorokan dengan kelenjar getah bening yang membengkak.

3. Sakit tenggorokan yang mengganggu selama lebih dari 48 jam disertai demam.

4. Sakit tenggorokan dengan ruam.

5. Kesulitan bernapas.

6. Tidak ada perbaikan pada radang tenggorokan bahkan setelah minum antibiotik setidaknya selama 48 jam.

Penyebab radang tenggorokan:

Radang tenggorokan disebabkan oleh bakteri menular Streptococcus pyogenes. Jika seseorang dengan infeksi ini batuk atau bersin di depan Anda, maka Anda berisiko lebih tinggi terkena infeksi melalui penyebaran tetesan batuk tersebut.

Faktor risiko radang tenggorokan:

1. Umumnya, anak-anak lebih rentan terhadap infeksi ini. Dan itu kebanyakan terjadi selama musim dingin dan awal musim semi.

2. Infeksi radang tenggorakan bisa menyebar di:

3. Amandel.

4. Sinus.

5. Kulit.

6. Bagian tengah telinga.

Tindakan pencegahan radang tenggorokan:

  1. Cuci tangan Anda dengan benar setelah pulang dari luar atau sebelum makan.
  2. Tutupi mulut Anda sebelum batuk atau bersin atau saat seseorang batuk atau bersin.
  3. Jangan membagikan barang pribadi Anda seperti gelas atau piring makan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona sakit sakit kepala
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top