Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ingin Cepat Hamil, Cek Peluang Kehamilan Berdasarkan Usia

Kehamilan bisa terjadi saat sel telur yang berkualitas bertemu dengan sel sperma yang sehat.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 08 Februari 2021  |  08:44 WIB
Perempuan yang berusia 25-29 tahun memiliki potensi kehamilan sebesar 78 persen. Sel telur yang sehat dan sperma yang berkualitas menjadi faktor penentu kehamilan - Istimewa
Perempuan yang berusia 25-29 tahun memiliki potensi kehamilan sebesar 78 persen. Sel telur yang sehat dan sperma yang berkualitas menjadi faktor penentu kehamilan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Kehamilan mungkin menjadi suatu hal yang ditunggu-tunggu pasangan yang baru saja menikah. Namun sayangnya tidak semua pasangan dengan mudah mendapatkannya.

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi di RS Pondok Indah IVF Centre dr. Aida Riyanti mengatakan peluang kehamilan dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya usia si calon ibu yang berkaitan dengan jumlah sel telur, si pemeran kunci terjadinya kehamilan selain sperma yang sehat.  

Dia menerangkan saat dilahirkan perempuan dikaruniai 700.000 sel telur. Namun menjelang pubertas jumlah sel telur turun menjadi 350.000 buah. Seiring waktu jumlahnya terus berkurang sesuai usia. Setelah 37 tahun, jumlah sel telur menurun lebih cepat menjadi 25.000 buah, bahkan menjelang menopause hanya mencapai 3.000 sel telur.

Dengan jumlah sel telur ini, bisa dipresentasekan peluang kehamilan wanita usia 20-24 tahun sebesar 86 persen, 25-29 tahun sebesar 78 persen. Peluangnya juga semakin menurun seiring usia. Pada 30-34 tahun menjadi sebesar 63 persen, 35-39 tahun sebesar 52 persen, 40-44 tahun sebanyak 36 persen, dan di atas 45 tahun peluang kehamilan menjadi 5 persen.

"Menurunnya peluang kehamilan meningkat juga peluang untuk terjadinya infertilitas (gangguan kehamilan)," ujarnya baru-baru ini.

Aida menyebut dari 47 juta pasangan usia reproduksi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2020, sebanyak 10-15 persen diantaranya mengalami gangguan kesuburan (infertilitas).

Gangguan kesuburan merupakan sebuah kondisi ketika pasangan suami istri telah berhubungan intim secara teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi selama satu tahun, namun belum berhasil menciptakan kehamilan.

Dalam prosesnya, kehamilan dimulai ketika setiap bulan wanita akan melepaskan satu sel telur ke dalam tuba falopi atau saluran dengan panjang sekitar 10-13 cm dan diameter sekitar 1 cm yang menghubungkan antara indung telur (ovarium) dan rahim.

Ketika pria melakukan proses ejakulasi kepada pasangan dalam kondisi ini, sperma akan masuk melalui leher rahim dan mencoba membuahi sel telur di tuba falopi. Dari 300 juta lebih jumlah sel sperma yang masuk, hanya 1 sperma yang akan mencapai sel telur dan akan melakukan fertilisasi atau pembuahan.

Kemudian embrio akan membelah menjadi banyak sel dan menjadi blastosit dan akan kembali masuk ke rongga rahim untuk kemudian melakukan proses penempelan ke dinding rahim atau implantasi dan diharapkan terjadinya kehamilan.

"Ada tiga peristiwa penting yang harus terjadi dengan baik sehingga kehamilan terjadi, pertama ovulasi, kedua fertilisasi, dan ketiga implantasi," tuturnya.

Dia mengatakan sebanyak 75 persen pasangan yang baru menikah akan hamil dalam 6 bulan pertama pernikahan. Setelah bulan ketujuh, laju kehamilan per siklusnya akan menurun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telur hamil ibu hamil sperma
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top