Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bolehkah Memberikan Hadiah Mobil untuk Anak yang Sudah Kuliah?

Mengingat sang anak belum memiliki penghasilan, maka segala beban operasional dan risiko finansial atas kepemilikan mobil tentu akan Anda pikul sendiri.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 10 Februari 2021  |  15:20 WIB
Orang tua memberikan hadiah mobil kepada anaknya yang sudah kuliah. - ilustrasi
Orang tua memberikan hadiah mobil kepada anaknya yang sudah kuliah. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Memberikan hadiah kepada anak sebagai bentuk apresiasi sah-sah saja.

Sebagian besar orang yang sudah mapan, memberikan hadiah mobil ke anak mungkin menjadi salah satu tujuan finansial. Namun keputusan ini tentu saja tidak bisa dilakukan secara impulsif.

Dilansir melalui Lifepal, beberapa alasan yang kerap kali diutarakan orangtua terkait keputusan ini adalah untuk mempermudah mobilitas sang anak dan menjaga keamanannya saat bepergian.

Namun, sebuah kepemilikan mobil akan menimbulkan biaya-biaya yang harus dipersiapkan. Belum lagi, ada banyak risiko yang kemungkinan muncul di kemudian hari dan Anda alami.

Mengingat sang anak belum memiliki penghasilan, maka segala beban operasional dan risiko finansial atas kepemilikan mobil tentu akan Anda pikul sendiri. Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan jika Anda berniat membelikan mobil untuk anak menurut tim riset Lifepal.

  1. Beli saat sang anak sudah punya SIM dan bisa bertanggung jawab

Jangan pernah membelikan mobil untuk anak Anda yang masih di bawah umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Hal itu sama saja dengan membiarkan terjadinya pelanggaran Pasal 281 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sebagai orangtua, Anda-lah yang harus memahami psikologis anak Anda sendiri. Pastikan bahwa sang anak memang sudah bisa bertanggung jawab atas segala perbuatannya sebagai pengendara mobil.

  1. Lakukan bila ini menjadi 'keharusan'

Pertimbangkan dua kali untuk membelikan mobil untuk anak, terutama jika dirasa sang anak masih memungkinkan untuk menggunakan sepeda motor atau kendaraan umum untuk beraktivitas.

Adapun beberapa kondisi di mana Anda boleh membelikan mobil untuknya adalah:

- Ketika lokasi kampus terlampau jauh dan harus melewati tol

- Tidak ada sarana transportasi umum dengan biaya terjangkau dari rumah ke kampus

- Anda tidak mengizinkan anak Anda untuk kos karena alasan keamanan, dan Anda membutuhkan bantuannya untuk segala aktivitas di lingkungan rumah

  1. Sesuai bujet, kalau bisa tidak perlu kredit

Tidak perlu memenuhi tuntutan sang anak yang menginginkan mobil merek A tipe B dan seri C, jika mobil tersebut harganya terlampau tinggi. Mengingat mobil ini adalah “hadiah” dari Anda, maka Anda yang berhak menentukan merek, tipe, dan serinya.

Berikan pengertian padanya bahwa, mobil pemberian Anda difungsikan untuk mempermudah transportasi sehari-hari. Dengan adanya mobil, keselamatan sang anak di jalan diharap bisa semakin terlindungi dan kelelahan fisik bisa diminimalisir.

Jangan sungkan pula membeli mobil bekas jika kondisinya masih sangat prima dan surat-surat legalitasnya masih lengkap, karena Anda tentu bisa menghemat pembayaran pajak tahunan.

Bila perlu, tidak usah mengkredit mobil ini agar tidak ada beban bunga yang Anda bayarkan.

  1. Rencanakan pembelian mobil dalam beberapa tahun sebelumnya

Jangan impulsif dalam membeli mobil, lakukanlah perencanaan yang baik untuk membeli. Hal ini pun bisa sangat membantu jika Anda berniat membeli mobil dengan cara tunai.

Tentukan harga mobil yang ingin Anda beli, rencanakan hal ini satu, dua, atau tiga tahun sebelum membeli. Lalu sisihkanlah dana setiap bulan atau tahun dalam jumlah yang sudah ditentukan agar proses pengumpulan dana menjadi semakin ringan.

  1. Tak perlu cairkan investasi jangka panjang Anda untuk beli mobil

Sebagian dari Anda tentu memiliki dana investasi jangka panjang yang ditujukan untuk ketersediaan dana pensiun dan lain sebagainya.

Hindari untuk mencairkan dana investasi tersebut hanya untuk membeli mobil untuk anak Anda. Setiap investasi tentu memiliki tujuan yang berbeda-beda.

Mencairkan dana investasi jangka panjang sebelum waktunya hanya akan menghambat realisasi tujuan finansial tersebut.

  1. Lindungi mobil dengan baik.

Melindungi mobil bukan hanya sebatas mengenalkan anak tentang pengetahuan keamanan berkendara, namun juga dengan mengasuransikan mobil Anda.

Mobil tanpa asuransi mobil tentu saja tidak lengkap karena hanya asuransi lah satu-satunya yang bisa memberikan perlindungan atas kerugian finansial, terhadap segala risiko finansial yang muncul.

Kenali beberapa komponen yang berkaitan dengan besaran premi asuransi mobil. Pertama adalah domisili mobil Anda, kedua adalah kategori harga mobil, dan yang terakhir adalah jenis asuransi yang dipilih yaitu All Risk (comprehensive) atau Total Loss Only (TLO).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil inspirasi anak
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top