Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penelitian Terbaru, Vitamin C dan Zinc Tidak Bisa Redakan Infeksi Virus Corona

Banyak teori yang mengungkapkan bahwa meningkatkan asupan makanan dan minuman bisa meningkatkan kekebalan tubuh dari infeksi virus corona.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 15 Februari 2021  |  18:16 WIB
Penelitian terbaru menyebutkan bahwa mengonsumsi vitamin C tidak efektif untuk meredakan infeksi virus corona (Covid-19). - ilustrasi
Penelitian terbaru menyebutkan bahwa mengonsumsi vitamin C tidak efektif untuk meredakan infeksi virus corona (Covid-19). - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Banyak orang yang meyakini bahwa dengan mengonsumsi vitamin C maka bisa mengurangi infeksi dari gejala virus corona (Covid-19) 

Sejak pandemi virus corona, permintaan vitamin C dan zinc meningkat. Sebab, banyak orang percaya bahwa kedua nutrisi tersebut berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Kedua nutrisi inti juga telah lama dianggap sebagai obat anti-dingin. Tapi, semuanya mungkin tidak benar.

Mengutip Times of India, Senin (15/2/2021), penelitian JAMA membantah rumor bahwa vitamin C dan zinc tidak menghentikan atau mencegah infeksi virus corona (Covid-19).

Menurut sebuah penelitian yang baru-baru ini diterbitkan yang telah diterbitkan di JAMA Network Open, mengonsumsi Vitamin C (asam askorbat) dan Zinc dalam dosis kuat belum ditemukan memiliki efek apa pun pada pemulihan COVID atau pengurangan gejala.

Tim peneliti melakukan eksperimen terbuka pada hampir ke 214 pasien di Ohio dan Florida. Pihak yang  terlibat dalam eksperimen juga memberikan mereka dosis suplemen, yang telah diberi label penting dalam perang kami melawan virus corona.

Kemudian kelompok tersebut dibandingkan dengan kelompok yang tidak menerima suplemen tambahan.

Setelah dianalisis maka diamati bahwa pemberian suplemen vitamin-C dan zinc tidak menyebabkan penurunan pemulihan atau pengurangan gejala dalam kasus apa pun.

Pasien yang terinfeksi tersebut dibandingkan berdasarkan tingkat keparahan dari 6 gejala dasar yakni  demam / menggigil, sesak napas, batuk, pilek/ hidung tersumbat, kehilangan rasa dan kelelahan.

Penelitian juga mengamati bahwa suplementasi tidak langsung memberikan manfaat peningkatan kekebalan, dan juga tidak memperoleh manfaat kesehatan yang signifikan bagi pasien yang sakit selama masa pemulihan 10 hari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vitamin c Virus Corona vitamin d
Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top