Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perencanaan Keuangan Tidak Sebatas Mengatur Pengeluaran, Tapi...

Perempuan membutuh perencanaan keuangan yang cukup spesial jika dibandingkan dengan perencanaan keuangan secara umum.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 18 Februari 2021  |  18:21 WIB
Perencanaa keuangan sangat dibutuhkan setiap orang. - ilustrasi
Perencanaa keuangan sangat dibutuhkan setiap orang. - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Perencanaan keuangan tidak berlaku sama untuk semua orang, khususnya bagi perempuan. Strategi apa yang mungkin paling ideal untuk perempuan?

Survei 'Financial Experience & Behaviours Among Women Study' yang dirilis Prudential pada tahun 2015 menunjukkan adanya pertumbuhan akan kesadaran perempuan terkait perencanaan keuangan.

Studi tersebut menyebutkan bahwa perempuan lajang atau yang sudah bercerai, akan cenderung menjaga kesehatan keuangannya di masa depan.

Sementara itu 27 persen perempuan yang sudah menikah juga melakukan hal yang sama, mereka bahkan memegang kontrol penuh atas perencanaan keuangannya sendiri.

Dilansir melalui Lifepal, perempuan membutuh perencanaan keuangan yang cukup spesial jika dibandingkan dengan perencanaan keuangan secara umum.

Tidak sekedar piawai atur pengeluaran, tetapi ada beberapa hal yang patut dipahami oleh para perempuan, baik dalam meniti karier profesional, maupun mempersiapkan diri untuk berumah tangga.

1. Biasakan untuk mengukur pengeluaran

Mengetahui jumlah rata-rata pengeluaran akan sangat membantu Anda dalam menjaga kesehatan finansial. Karena dengan tolak ukur inilah, Anda bisa menentukan berapa dana darurat yang harus dimiliki untuk berjaga-jaga ketika Anda kehilangan atau kekurangan penghasilan bulanan.

Dengan mengetahui rata-rata pengeluaran, Anda pun bisa dengan mudah memproyeksikan kebutuhan biaya hidup di masa tua nanti.

Biasakanlah untuk mencatat dan menentukan pengeluaran Anda setiap bulan untuk hal yang bersifat kebutuhan dan keinginan. Pastikan bahwa selisih pemasukan dan pengeluaran setiap bulan setara dengan 10 persen pemasukan.

Hindari berutang untuk kebutuhan konsumtif seperti membeli barang-barang di luar kebutuhan Anda, agar Anda bisa hidup lebih hemat.

2. Pilih asuransi untuk melindungi keuangan Anda.

Mempersiapkan diri dengan proteksi perlu dilakukan sedini mungkin bisa dengan memiliki asuransi atau jaminan kesehatan. Proteksi ini terbagi sesuai dengan kebutuhan.

Apabila “menikah” adalah salah satu dari tujuan hidup Anda, maka asuransi jiwa belum tentu menjadi pilihan yang tepat kecuali Anda-lah yang akan menjadi pencari nafkah utama.

Namun, asuransi kesehatan tentu wajib dimiliki mengingat biaya kesehatan terus meningkat dari tahun ke tahun, yang secara gross berkisar antara 10 persen hingga 11 persen per tahun, menurut survei Willis Towers Watson.

Sebagian dari Anda mungkin mendapat fasilitas asuransi kesehatan dari tempat kerja. Lalu bagaimana dengan yang hanya mendapat BPJS Kesehatan tanpa asuransi swasta?

BPJS dan asuransi swasta akan saling melengkapi. Meski tidak semua penyakit bisa dicover oleh asuransi kesehatan seperti halnya BPJS, asuransi akan menawarkan fleksibilitas dalam proses pengobatan dan pemilihan rumah sakit.

3. Kenali tujuan finansial jangka pendek maupun panjang Anda

Jika Anda bercita-cita untuk menikah di kemudian hari, maka hal ini harus menjadi perhatian Anda. Apalagi, beberapa tradisi adat di Indonesia cenderung mengharuskan perempuan menanggung biaya pernikahan, sedangkan sumbangan dari pihak laki-laki sifatnya sukarela.

Biaya pernikahan, baik di masa pandemi maupun tidak di masa pandemi tentu saja tidak murah. Apalagi jika keluarga kita menghendaki adanya upacara adat dalam pesta pernikahan.

Selain pernikahan, lakukan pula perencanaan keuangan untuk merealisasikan tujuan-tujuan Anda yang lain dalam jangka waktu berbeda. Sebut saja tujuan membeli aset pribadi, kuliah ke jenjang yang lebih tinggi, mengambil sertifikasi dan lain sebagainya.

4. Jika menghendaki joint income, maka perhatikanlah beberapa pengeluaran ini.

Bila Anda dan calon pasangan menghendaki sistem joint income saat berumah tangga, Anda perlu perhatikan kenaikan biaya hidup usai melahirkan dan biaya pendidikan anak untuk jenjang tinggi.

Ketahuilah bahwa ketika tiba saat nanti Anda menikah, maka besar kemungkinan pencari nafkah utama dalam keluarga adalah suami Anda.

Namun biaya membesarkan anak tentu tidaklah murah, apalagi akan ada kenaikan biaya pendidikan untuk anak Anda di masa depan.

Anda bisa mempersiapkan kedua hal itu sedini mungkin, sebelum Anda naik ke pelaminan, jika memang kondisi kesehatan finansial Anda sudah baik. Pastikan untuk mengumpulkan dana tersebut dengan berinvestasi, bukan menabung.

Pilihlah instrumen investasi sesuai dengan profil risiko dan tenor investasi, semakin pendek jangka waktu investasi maka pilihlah instrumen dengan volatilitas rendah. Namun makin lama tenor investasi, makin fleksibel pula pilihan instrumennya.

Itulah hal-hal yang patut diketahui seputar perencanaan keuangan untuk perempuan karier yang memiliki cita-cita menikah di kemudian hari.

Pastikan pula untuk selalu konsisten dalam menjaga kesehatan keuangan dan merencanakan tujuan-tujuan finansial Anda.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perempuan keuangan tips keuangan
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top