Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tips Membuang Limbah Sampah Infeksius di Masa Pandemi

Limbah infeksius itu antaralain masker, suntikan vaksin, bekas alat rapid tes antigen, APD, deterjen, dan kapas saat proses vaksinasi atau tes covid-19.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 21 Februari 2021  |  14:53 WIB
Dua masker. - Antara
Dua masker. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Saat pandemi virus corona, sampah atau limbah medis yang infeksius cenderung semakin banyak.

Limbah infeksius itu antaralain masker, suntikan vaksin, bekas alat rapid tes antigen, APD, deterjen, dan kapas saat proses vaksinasi atau tes covid-19.

Jumlah limbah infeksius ini sendiri jumlahnya cukup banyak. Di Jakarta, setidaknya ada 1,5 ton masker bekas yang terkumpul.

Menurut Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting, Sp.P (K), F.C.C.P.
Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19, limbah infeksius ini harus ditangani dengan benar agar tidak menimbulkan penularan.

Dia memaparkan, penanganan limbah infeksius ini harus dikemas, disterlisasi, disimpan dalam wadahnya. Kemudian dikumpulkan bersama di lingkungan semisal oleh RT atau RW sampai akhirnya ditempakan di tempat yang akhir.

Menurut dokter Alex, untuk penanganan masker kain Masker kain yang dipakai oleh mereka yang kontak dengan orang positif atau hasil PCR nya sendiri positif, maka harus direndam airm diberikan disinfektan dan dibuang.

Kecuali jika masker kain tidak terinfeksi maka bisa dibersihkan dan dipakai ulang.

Sementara itu, Dr. dr. Lia G. Partakusuma, Sp.PK, MM, MARS
Ketua Subbidang Penanganan Limbah Medis Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19
Jauh mengatakan pilihan membakar limbah bisa saja, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

"Misalnya, jauh dari perkotaan, tidak ada fasilitas lain, membakarnya di halaman luas dan tertutup seperti tungku. Atau cara lainnya bisa dikubur," ujarnya.

Menurutnya, jika jumlah masker banyak dibakar dalam sebuah lingkungan hunian dikhawatirkan berisiko menimbulkan penyakit lain.

Dr Alex juga menambahkan limbah infeksius ini, jika tidak dikelola dengan baik bertumpuk dan menimbulkan sumber infeksi bukan hanya virus tapi bakteri bahkan jamur yang bisa mencemari laut, dan darat.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengansabun


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

limbah masker
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top