Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Deteksi Dini Kanker Prostat, Penyebab, Gejala dan Risikonya

Padahal, lanjut Rizal, pasien kanker prostat yang didiagnosis dan ditatalaksana pada stadium dini memiliki angka harapan hidup selama 10 tahun dan mencapai di atas 90 persen. Namun ketika sudah mencapai stadium 4 harapan hidup turun menjadi sekitar 30 persen. Oleh karena itu, program deteksi dini yang lebih baik dan efisien perlu ditingkatkan.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  10:34 WIB
Ilustrasi penderita prostat - Istimewa
Ilustrasi penderita prostat - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Deteksi dini kanker prostat perlu dilakukan bagi pria berusia lanjut. Pasalnya dari banyak kasus yang ada, penderita kanker ini datang ketika sudah dalam stadium lanjut.

"Data menunjukkan hampir 60-70 persen datang sudah stadium 3 dan 4. Data terakhir menurun sedikit menjadi sekitar 50 persen," ujarnya Dokter Spesialis Konsultan Uro-onkologi Siloam Hospitals ASRI dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid baru-baru ini.

Padahal, lanjut Rizal, pasien kanker prostat yang didiagnosis dan ditatalaksana pada stadium dini memiliki angka harapan hidup selama 10 tahun dan mencapai di atas 90 persen. Namun ketika sudah mencapai stadium 4 harapan hidup turun menjadi sekitar 30 persen. Oleh karena itu, program deteksi dini yang lebih baik dan efisien perlu ditingkatkan.

Kanker prostat merupakan kanker yang terjadi di prostat, sebuah kelenjar kecil berbentuk buah kenari pada pria yang menghasilkan cairan mani sebagai pemberi makan dan pengangkut sperma.

Banyak kanker prostat tumbuh perlahan dan terbatas pada kelenjar prostat, di mana mereka mungkin tidak menyebabkan kerusakan yang serius. Namun, beberapa jenis lainnya bisa bersifat agresif dan dapat menyebar dengan cepat.

Rizal menjelaskan kanker prostat terutama stadium awal yang berukuran 1/2-1 cm biasanya tidak menunjukkan gejala.

Berbeda ketika kanker tersebut sudah membesar. Gejala yang dijumpai berupa kesulitan buang air kecil, kekuatan menurun dalam aliran urin, darah dalam urin, darah di air mani, sakit tulang, menurunkan berat badan tanpa berusaha, hingga disfungsi ereksi.

"Kalau kankernya sudah besar baru timbul gejala," sebut Rizal.

Adapun faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat meliputi pertama, usia yang semakin tua. Penyakit ini paling umum terjadi setelah usia 50 tahun.

Kedua ras. Untuk alasan yang belum ditentukan, orang kulit hitam memiliki risiko lebih besar terkena kanker prostat daripada orang dari ras lain. Pada orang kulit hitam, kanker prostat juga lebih cenderung menjadi agresif atau lanjut.

Ketiga sejarah keluarga. Jika saudara sedarah, seperti orang tua, saudara kandung atau anak, telah didiagnosis menderita kanker prostat, risiko seseorang mengalaminya akan meningkat.

Selain itu, jika memiliki riwayat keluarga dengan gen yang meningkatkan risiko kanker payudara (BRCA1 atau BRCA2) atau riwayat keluarga kanker payudara yang sangat kuat, risiko seorang laki-laki terkena kanker prostat bisa jadi lebih tinggi.

Keempat obesitas. Orang yang mengalami obesitas mungkin memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker prostat dibandingkan dengan orang yang dianggap memiliki berat badan ideal. Pada orang gemuk, kanker lebih cenderung menjadi lebih agresif dan lebih mungkin untuk muncul setelah perawatan awal.

"Kanker penyebabnya multifaktorial. Kalau hidup sehat, benar kelola stres, benar istirahat cukup, masih kena kanker prostat, itu bisa saja karena genetik atau bawaan," jelas Rizal.

Oleh karena itu dia berpendapat penting untuk melakukan deteksi dini kanker prostat. Upaya dalam mendeteksi kanker prostat lebih dini menjadi fokus bagi praktik Urologi di Indonesia saat ini. Pemeriksaan dini disarankan mulai dilakukan pada pria yang menginjak usia 40 tahun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kanker prostat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top