Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Israel Klaim Vaksin Covid-19 dari Pfizer Efektif Cegah Kematian

Masyarakat yang divaksin tercatat 96,9 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami demam atau masalah gangguan pernapasan, sepekan setelah menerima vaksin dosis kedua, dan meningkat hingga 98 persen setelah dua pekan.
Rezha Hadyan
Rezha Hadyan - Bisnis.com 22 Februari 2021  |  20:43 WIB
Tangan perempuan memegang botol kecil berlabel "vaksin virus corona Covid-19 dan logo perusahaan farmasi Pfizer. - Antara/Reuters\\r\\n
Tangan perempuan memegang botol kecil berlabel "vaksin virus corona Covid-19 dan logo perusahaan farmasi Pfizer. - Antara/Reuters\\r\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Kesehatan Israel menyatakan vaksin virus Corona dari Pfizer-BioNTech terhitung 98,9 persen efektif dalam mencegah kematian akibat Covid-19, dua pekan setelah pemberian dosis kedua.

Dilansir dari Perusahaan Penyiaran Jepang, Nippon Hoso Kyokai, pada Senin (22/2/2021), Kementerian Kesehatan Israel belum lama ini merilis analisis data yang dihimpun hingga 13 Februari 2021 atas orang-orang yang menerima dua kali injeksi Pfizer-BioNTech.

Masyarakat yang divaksin tercatat 96,9 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami demam atau masalah gangguan pernapasan, sepekan setelah menerima vaksin dosis kedua, dan meningkat hingga 98 persen setelah dua pekan.

Vaksin ini 94,5 persen efektif dalam mencegah kematian sepekan setelah dosis kedua, dan 98,9 persen efektif setelah dua pekan.

Israel berhasil menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi Covid-19 tercepat di dunia dengan 135.778 dosis per hari.

Sebanyak lebih dari 4,2 juta orang atau sekitar lebih dari 40 persen populasinya telah menerima vaksin dosis pertama. Mereka yang telah menerima dua dosis vaksin sekarang mencapai lebih dari 2,6 juta orang.

Di sisi lain, Pemerintah Israel mengeluarkan biaya ekstra untuk mendatangkan vaksin Pfizer lebih cepat dari Negara lain.

PM Benyamin Netanyahu berjanji Israel akan menjadi Negara pertama di dunia yang keluar dari pandemi. PM Netanyahu berkepentingan untuk menyelesaikan vaksinasi dan menciptakan mood positif sebelum pemilu 23 Maret.

Karena aksi vaksinasi itu, kasus Covid-19 pada lansia turun 49 persen dibanding bulan Januari. Kasus pada usia lebih dari 60 tahun turu 18 persen. Pasien lansia yang harus diopname turun 34 persen. Tetapi, untuk usia di atas 60 tahun belum memperlihatkan penurunan.

Hanya 0,06 persen atau sebanyak 254 dari 417.000 orang penerima vaksin Pfizer yang terkena Covid-19 dengan gejala ringan. Sebaliknya, untuk kelompok yang belum divaksin, 1,7 persen atau 13.000 dari 780.000 orang terkena covid-19.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pfizer Vaksin Covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top