Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Golongan Darah A Mudah Terinfeksi Covid-19? Begini Hasil Penelitiannya

Dari studi yang baru saja diterbitkan di Jurnal Blood Advances, Rabu (3/3/2021), menyatakan SARS-CoV-2 lebih mudah menempel ke sel-sel saluran napas orang dengan golongan darah A dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah B atau O. Orang dengan golongan darah A juga berisiko mengembangkan gejala parah selama pandemi ini.
Desyinta Nuraini
Desyinta Nuraini - Bisnis.com 04 Maret 2021  |  10:46 WIB
Golongan darah
Golongan darah

Bisnis.com, JAKARTA - Golongan darah dinilai berperan besar terhadap infeksi virus corona. Dari hasil penelitian baru-baru ini, mereka yang memiliki golongan darah A lebih mungkin berisiko terserang virus ini.

Dari studi yang baru saja diterbitkan di Jurnal Blood Advances, Rabu (3/3/2021), menyatakan SARS-CoV-2 lebih mudah menempel ke sel-sel saluran napas orang dengan golongan darah A dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah B atau O. Orang dengan golongan darah A juga berisiko mengembangkan gejala parah selama pandemi ini.

Eksperimen laboratorium mengungkapkan bahwa bagian dari virus korona yang disebut domain pengikat reseptor (RBD), yang secara langsung mengikat ke sel untuk memicu infeksi, juga menangkap molekul unik yang terkait dengan darah tipe A. Molekul-molekul yang dikenal sebagai antigen ini muncul di sel-sel yang melapisi saluran pernapasan, termasuk paru-paru.

Secara teori, struktur pengikat ini dapat membantu virus corona masuk dan menginfeksi sel-sel saluran napas dengan lebih mudah. "Apakah ini benar-benar mempengaruhi kemampuan virus untuk masuk ke dalam sel? Apakah virus hanya mempengaruhi kemampuannya untuk melekat pada sel? Kami sedang mengerjakannya sekarang," ujar Dr. Sean Stowell, penulis studi yang juga dokter pengobatan transfusi darah, dikutip dari Live Science, Kamis (4/3/2021).

Dalam penelitian ini, Stowell dan rekan-rekannya melihat berbagai bagian virus dan menyadari bahwa domain pengikat reseptor terlihat sangat mirip dengan kelompok protein kuno yang disebut galektin.

Galektin dapat ditemukan pada semua hewan multiseluler dan terikat pada karbohidrat atau struktur gula, yang dikenal sebagai glycans. Pada manusia, galektin dapat ditemukan di seluruh tubuh dan berpartisipasi dalam banyak proses, mulai dari perkembangan otot, metabolisme, hingga perilaku sel kekebalan.

Di masa lalu pihaknya mengamati bahwa galektin sangat suka mengikat antigen golongan darah, protein dan molekul yang khusus untuk golongan darah berbeda dan menempel di permukaan sel. Antigen golongan darah datang dalam dua varian yakni  A dan B. Ada atau tidaknya antigen ini menentukan golongan darah seseorang  A, B, AB, atau O. Antigen tidak hanya ditemukan pada sel darah dalam tubuh, tetapi juga pada jaringan lain, termasuk lapisan paru-paru.

Mengingat kemiripan molekuler antara RBD virus corona dan galektin, pihaknya berpikir mungkin virus secara langsung mengikat antigen golongan darah. Jika itu masalahnya,kata Stowell antigen golongan darah dapat mempengaruhi kemungkinan infeksi. 

Misalnya, beberapa virus berkembang biak di sel dengan terlebih dahulu menangkap glycans di permukaannya, virus kemudian melepaskanglycans ini untuk menyelinap melalui pintu masuk terdekat ke dalam sel kemudian memicu infeksi.

Di lab tim menganalisis bagaimana RBD berinteraksi dengan sel darah merah yang diisolasi dari individu bergolongan darah A, B dan O. Mereka juga menjalankan eksperimen dengan antigen golongan darah sintetis, berdasarkan antigen yang ditemukan pada sel darah merah dan pernapasan dari tiga golongan darah. Ini memungkinkan tim untuk membandingkan apakah dan bagaimana RBD mengikat antigen golongan darah pada sel darah dan di saluran pernapasan.

"Varian antigen golongan darah yang diekspresikan pada permukaan sel darah merah sedikit berbeda dari rasa yang melapisi paru-paru kita," kata Stowell. 

Katanya secara khusus, karena struktur molekulnya yang berbeda, antigen mengikat sedikit berbeda pada sel pernapasan daripada yang mereka lakukan pada sel darah.

Yang menarik, lanjut Stowell adalah perbedaan halus ini tampaknya penting bagi RBD virus corona. Berdasarkan percobaan, RBD tidak langsung mengikat antigen sel darah merah mana pun dan tidak menunjukkan preferensi antara golongan darah. Sebaliknya, RBD menunjukkan preferensi yang tinggi untuk antigen tipe A yang ditemukan pada sel pernapasan.

Kendati demikian, dia menilai perlu penelitian lebih lanjut apakah orang dengan golongan darah A benar-benar mudah terinfeksi Covid-19.

Fumiichiro Yamamoto, ahli imunohematologi di Josep Carreras Leukemia Research Institute di Barcelona menanggapi mengingat data ini diambil dari eksperimen laboratorium, hasilnya mungkin tidak secara sempurna mencerminkan apa yang terjadi dalam tubuh manusia.

"Pengikatan mungkin atau mungkin tidak mencerminkan situasi sebenarnya di permukaan sel, terutama karena kepadatan antigen di permukaan sel mungkin berbeda dari skenario yang diuji dalam eksperimen laboratorium," sebutnya

Selain itu, lanjut dia, di dalam tubuh, zat lain bersaing untuk mengikat antigen golongan darah yang sama, jadi tidak jelas berapa banyak partikel virus corona yang akhirnya akan menempel.

Terlebih lagi, antigen tipe A yang ditemukan di permukaan sel saluran napas juga bisa disekresikan di tempat lain di tubuh, seperti di air liur. Itu berarti virus berpotensi mengikat antigen yang mengambang bebas ini, juga, mengurangi jumlah partikel virus yang mencapai sel pernapasan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona golongan darah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top