Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Brand Fashion Sabine and Heem Buktikan Kegagalan adalah Awal Kesuksesan

Usaha yang dibangun sejak 2018 silam ini terinspirasi dari kedua anak mereka, Sabine and Heem memliki arti anak yang ceria dan penuh perjuangan.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 08 Maret 2021  |  18:00 WIB
Brand fashion Sabine and Heem
Brand fashion Sabine and Heem

Bisnis.com, JAKARTA - Setiap brand memiliki cerita tersendiri di balik kesuksesannya
.
Salah satunya adalah Sabine and Heem, brand lokal fashion anak yang didirikan oleh pasangan suami istri, Wempi Januar dan Bina.

Berawal dari kegagalan bisnis sebelumnya, Wempi dan Bina, belajar dan termotivasi untuk membangun bisnis kembali.

Dilansir melalui siaran pers yang diterima Bisnis, usaha yang dibangun sejak 2018 silam ini terinspirasi dari kedua anak mereka, Sabine and Heem memliki arti anak yang ceria dan penuh perjuangan.

Dengan misi “Creating happy childhood memories”, melalui setiap koleksinya Sabine and Heem ingin setiap orang tua dapat memberikan yang terbaik dan menjadi kenangan indah untuk si kecil.

“Saya ingin setiap pakaian yang digunakan oleh si kecil itu tidak hanya nyaman namun timeless, awet sehingga dapat dipakai dalam jangka waktu lama," ujar Bina seperti dikutip, Senin (8/3).

Selain mengutamakan kualitas dari bahan yang akan digunakan, Sabine and Heem juga mempekerjakan penjahit lokal yang mampu membuat pakaian dengan kualitas yang baik.

Untuk setiap koleksinya Sabine and Heem mencoba untuk membuat produk yang inovatif dan berbeda dengan tren, sehingga setiap koleksinya tidak pernah ketinggalan zaman dan cocok digunakan kapan pun.

Warna-warna earth tone yang dominan cocok digunakan untuk semua warna kulit.

Sabine and Heem mendapat respon yang cukup baik dari konsumen, karena desainnya yang unik serta harga yang terjangkau.

"Kami senang sekali ternyata produk yang kami terima banyak diminati oleh para konsumen. Kami juga melihat pertumbuhan Sabine and Heem yang cukup pesat, awalnya bisa menjual hanya 40 baju perbulan menjadi 1300 baju perbulan,” tutur Wempi.

Pada tahun 2019, Sabine and Heem resmi menjadi bagian dari Hypefast, direct-to-consumer (D2C) brand grup ritel berbasis teknologi terbesar di Indonesia. Dengan harapan Sabine and Heem dapat menjadi brand lokal fashion anak yang sustainable.

Dalam membangun bisnis pasti akan ada pasang surutnya, dan kedepannya pastinya akan mendapatkan banyak tantangan. Namun untuk mencapai titik kesuksesan tidak akan mudah, jangan mudah menyerah dan terus berjuang.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fashion tips bisnis
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top