Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TikTok Bakal Terapkan Iklan Terpersonalisasi dari Aktivitas Pengguna

Platform media soaial TikTok segera mewajibkan iklan yang dipersonalisasi, artinya orang akan mulai mendapatkan iklan di aplikasi berdasarkan jenis konten yang dilihatnya.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 18 Maret 2021  |  20:00 WIB
Logo TikTok ditampilkan di layar dalam video yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di London, Inggris, Senin (3/8/2020). - Bloomberg
Logo TikTok ditampilkan di layar dalam video yang menampilkan Presiden AS Donald Trump di London, Inggris, Senin (3/8/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Platform media soaial TikTok segera mewajibkan iklan yang dipersonalisasi, artinya orang akan mulai mendapatkan iklan di aplikasi berdasarkan jenis konten yang dilihatnya.

Aplikasi tersebut saat ini memiliki pengaturan yang memungkinkan pengguna untuk memilih apakah mereka akan melihat iklan berdasarkan aplikasi atau tidak.

Namun, mulai 15 April mendatang pengaturan tersebut akan berubah dan iklan yang akan dilihat pengguna bakal didasarkan pada apa yang mereka lakukan di aplikasi TikTok atau personalisasi.

Dilansir dari The Verge, Kamis (18/3/2021), juru bicara TikTok mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen untuk terus menghormati privasi setiap penggunanya.

"Kami akan terus bersikap transparan tentang praktik privasi data kami dan membantu pengguna memahami pilihan privasi mereka di pusat keamanan (safety center) kami," katanya juru bicara itu.

Pengguna aplikasi masih dapat mengontrol apakah TikTok mempersonaliasi iklan berdasarkan data yang diambil dari aplikasi dan situs web lain.

Perubahan pengaturan privasi TikTok ini mencerminkan cara iklan beroperasi di banyak situs media sosial lainnya termasuk Twitter, Facebook, dan Instagram.

Pengguna dapat menyisihkan menyisihkan iklan yang dipersonalisasi berdasarkan pelacakan di berbagai situs, tapi bukan personalisasi berdasarkan aktivitas di dalam situs atau aplikasi itu sendiri.

The Verge memprediksi perubahan aturan iklan itu kemungkinan terkait dengan peluncuran sistem pembaruan iOS 14 Apple yang akan datang, yang membutuhkan pengembang untuk mendapat izin pengguna guna melacak data mereka.

Aplikasi apa pun yang tidak meminta izin akan berisiko ditangguhkan atau bahkan dihapus dari App Store. Membuat iklan terpersonalisasi sebagai hal wajib memungkinkan TikTok menargetkan iklan sampai batas tertentu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

iklan digital TikTok
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top