Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

6 Hal yang Bisa Kita Pelajari dari Sosok Taylor Swift

Penyanyi Taylor Swift menjadi perempuan pertama yang berhasil tiga kali memenangkan kategori Album of the Year di ajang Grammy Awards.
Luke Andaresta
Luke Andaresta - Bisnis.com 19 Maret 2021  |  18:50 WIB
Taylor Swift saat menghadiri acara Time 100 yang diselenggarakan majalah Time di New York 23 April 2019 - REUTERS/Andrew Kelly
Taylor Swift saat menghadiri acara Time 100 yang diselenggarakan majalah Time di New York 23 April 2019 - REUTERS/Andrew Kelly

Bisnis.com, JAKARTA - Penyanyi Taylor Swift menjadi perempuan pertama yang berhasil tiga kali memenangkan kategori Album of the Year di ajang Grammy Awards.

Album Folklore dinobatkan sebagai yang terbaik di tahun ini oleh The Recording Academy. Sebelumnya, Taylor Swift mendapatkan penghargaan pada 2010 berkat album Fearless dan pada 2016 dengan album 1989.

Berkat pencapaian-pencapaiannya yang luar biasa, tak heran jika Taylor Swift menginspirasi banyak orang di seluruh dunia. Salah satunya adalah penulis Okky Puspa Madasari.

Melalui unggahan pribadinya di instagram, Okky menjabarkan enam etos kerja yang ia pelajari dari sosok Taylor Swift.

1. Energik

Memulai karir sejak usia belia dengan mengikuti ajang kompetisi lokal, Taylor tidak kehabisan ‘nafas’ di tengah jalan. Ia terus merawat energi, stamina, antusiasme hingga hari ini.

2. Tegar

Titik terendah dalam perjalanan karir Taylor adalah saat tahun 2009, Kanye West menginterupsi penyerahan penghargaan MTV untuk Taylor dan mengatakan di depan publik bahwa Beyonce lebih layak mendapatkan penghargaan itu. Tentu saja Taylor terpukul, ditambah dengan berbagai hujatan di media sosial. Tetapi dia lekasbangkit kembali.

3. Konsisten

Taylor setia pada pilihan karir yang ia jalani. Apapun resiko, tantangan dan cacian yang ia terima, ia terus membuat musik karena itu adalah jalan hidupnya.

4. Terus Belajar

Taylor terus belajar dan mencari kemungkinan-kemungkinan baru dalam bermusik. Ia tak mengulang resep yang sama walau sudah terbukti menjanjikan kesuksesan. Album Folklore adalah bukti bahwa Taylor terus tumbuh dan tidak takut mencoba hal baru. Di luar musik, Taylor menyadari kesalahannya sebagai generasi yang apolitis. Ia kemudian turut bersuara untuk perubahan.

5. Kerja Keras

Kerja keras dan tetap fokus. Hal lain tidak terlalu penting. Taylor dikenal tidak pernah membuat sensasi ala selebriti di media sosial.

6. Pengalaman buruk menjadi sumber kreatif

Kondisi sedih dan terpuruk dijadikan inspirasi oleh Taylor. Patah hati dijadikan ide lagu. Pengalaman tidak menyenangkan dari orang lain ia ceritakan dalam musik. Bahkan di tengah kondisi pandemi, ia membuat album.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

grammy award Taylor Swift
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top